Kutim
Asmawardi Ingatkan Anggaran Pendidikan di Kutim Jangan Dikesampingkan
Kaltimtoday.co, Sangatta - Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Asmawardi meminta agar anggaran disektor pendidikan jangan sampai dikesampingkan.
Anggota Komisi D DPRD Kutim yang membidangi pendidikan itu mendorong meski di tengah pandemi Covid-19 yang membuat anggan menurun, pemerintah kabupaten harus tetap memprioritaskan pembangunan di bidang pendidikan. Mengingat, sektor pendidikan merupakan sektor tumpuan untuk kemajuan daerah.
Pemerintah harus memperhatikan hal-hal yang diperlukan dalam dunia pendidikan untuk menunjang kemajuan pendidikan khususnya di Kutim yang masih banyak kekurangan infrastuktur pendidikan dan juga tenaga pendidik.
“Kami ketahui, saat pandemi ini pemerintah harus melakukan rasionalisasi maupun refocusing anggaran dan membuat harus ada perubahan strategi,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (16/7/2021).
Meski begitu, pendidikan dan kesehatan adalah bidang yang harus dilindungi terkait anggaran, sehingga benar-benar diperhatikan.
Dia mengatakan, saat ini Dinas Pendidikan sedang memperbarui data dengan menghitung berapa kebutuhan ruang kelas dan daya tampungnya. Namun, juga mempertimbangkan keberadaan program paket A, B dan C, karena juga sangat membantu.
“Kekurangan tenaga pendidik juga dipengaruhi sebaran guru dan lokasi satuan pendidikan,” tegasnya.
Kekurangan itu terus diupayakan untuk dipenuhi secara bertahap sesuai kemampuan daerah.
Dia juga berharap, agar perusahaan besar swasta (PBS) yang beroperasi di Kutim agar bisa menggelontorkan dana CSR nya untuk dunia pendidikan.
"Jika pemerintah membangun ke infrastruktur, saya berharap dana CSR perusahaan bisa dialihkan berapa persen untuk pendidikan dengan skema memberikan bantuan seragam, buku paket ataupun biaya pendaftaran ulang agar di Kutim ini tak ada lagi kata yang putus sekolah karna biaya seragam ataupun lainnya," tutupnya.
[El | NON | ADV DPRD KUTIM]
Related Posts
- Operasional Sekretariat Dewan Terpangkas 80 Persen, Fungsi Legislatif Terancam Tak Berjalan Maksimal
- Penyertaan Modal Masih Buntung, Fraksi Golkar Beri Saran Pemda Bijak dalam Mengelola Anggaran ke Program Prioritas
- Sahkan Raperda APBD 2025, Ketua DPRD Berau Minta Pemda Lebih Selektif Gunakan Anggaran
- Ratusan Dapur MBG Berhenti Beroperasi, KSP Ungkap Badan Gizi Nasional Sedang Tata Anggaran
- Anggaran MBG Dipangkas Rp 67 Triliun, Chatib Basri Ingatkan Risiko Kenaikan Harga Barang









