Bontang
Belasan Perusahaan Bontang Bantu Anggaran Pemasangan Pipa Induk untuk Pasokan Air di Sidrap
Kaltimtoday.co, Bontang - Kabar bahagia bagi warga Sidrap, pasokan air bersih akan segera terealisasi. Sebab, perusahaan di kawasan tersebut akan membantu memberikan anggaran untuk pemasangan pipa.
Hal itu dikatakan oleh Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris. Dia bilang ada sekitar belasan perusahaan yang akan membantu anggaran tersebut.
"Saya lupa pastinya, 15 atau 17 perusahaan gitu. Yang jelas perusahaan yang ada di lingkup PKT insyaallah siap bantu," katanya saat dihubungi via telepon, Senin (31/5/2021).
Namun, kata Agus, beberapa perusahan masih menunggu pengajuan proposal dari warga Sidrap. Karena, masih ada yang mengaku belum menerima proposal tersebut.
Setelah semua perusahan yang ditarget menerima proposal, maka kata Agus, pihaknya akan memanggil untuk membahas bersama terkait berapa besaran yang disanggupi masing-masing perusahaan.
Jika masih dinilai kurang, Agus bilang akan dibantu menggunakan anggaran perubahan. Diketahui dana yang dibutuhkan untuk memasang pipa dari Guntung hingga jalan depan RS PKT senilai Rp1 miliar.
"Yang dipasang itu nanti pipa induk, untuk ke masing-masing rumah itu warga yang menyambung sendiri," katanya.
Sebagai informasi, belasan tahun warga sidrap tidak menikmati pasokan air bersih dengan lancar. Terkadang, mereka harus membeli air yang dijual per tandon. Ada juga yang mengharapkan air dari bantuan Hotel Equator.
Sebab, wacana pemasangan air PDAM di wilayah Sidrap sulit dilakukan, beberapa kali pemkot Bontang ingin membantu, tapi terhalang oleh status administrasi. Karena, wilayah itu masuk dalam kawasan pemerintahan Kutai Timur. Namun, mayoritas penduduknya ada warga Bontang.
[MM07 | NON | ADV DPRD BONTANG]
Related Posts
- Operasional Sekretariat Dewan Terpangkas 80 Persen, Fungsi Legislatif Terancam Tak Berjalan Maksimal
- Penyertaan Modal Masih Buntung, Fraksi Golkar Beri Saran Pemda Bijak dalam Mengelola Anggaran ke Program Prioritas
- Sahkan Raperda APBD 2025, Ketua DPRD Berau Minta Pemda Lebih Selektif Gunakan Anggaran
- Ratusan Dapur MBG Berhenti Beroperasi, KSP Ungkap Badan Gizi Nasional Sedang Tata Anggaran
- Anggaran MBG Dipangkas Rp 67 Triliun, Chatib Basri Ingatkan Risiko Kenaikan Harga Barang









