Advertorial
Dispar Kaltim: Pelaku Ekraf Harus Punya Jiwa Pantang Menyerah
Kaltimtoday.co, Samarinda - Dinas Pariwisata Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) ingin pelaku ekonomi kreatif lokal harus memiliki jiwa pantang menyerah. Sebab, produk mereka nantinya akan bersaing dengan produk ekraf di taraf nasional, hingga internasional.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif, Awang Khalik pada Selasa (21/11/2023).
"Pelaku ekraf di Kaltim harus punya jiwa pantang menyerah. Dalam artian, mereka harus berinovasi setiap saat, mengikuti perkembangan zaman yang ada," tuturnya.
Awang menjelaskan, mayoritas pelaku ekraf pasti pernah merasakan kegagalan dalam membuat suatu produk. Ia menginginkan, kegagalan tersebut bisa dijadikan acuan untuk lebih semangat menciptakan ide dan kreativitas yang baru kedepannya.
"Mereka harus punya pemikiran tentang kegagalan merupakan kesuksesan yang tertunda. Sehingga, mereka lebih berani untuk bereksplorasi," tuturnya.
Lebih lanjut, ia menyebut jika banyak sekali produk ekraf Kaltim yang memiliki potensi besar untuk terus dilestarikan. Mulai dari sulam tampar, batik Samarendah, ulap doyo, dan lain sebagainya.
"Produk ekraf Kaltim harus terus dilestarikan sampai kapanpun. Karena dari produk itu, representasi Kaltim akan terbentuk," kata Awang.
Kendati demikian, pihak Dispar Kaltim terus berupaya dalam menyediakan wadah bagi pelaku ekonomi kreatif. Tercatat, ada sebanyak 17 subsektor ekonomi kreatif meliputi musik, kuliner, seni pertunjukan, kriya, aplikasi, film, animasi, dan lain-lain.
"Kedepannya kita terus berupaya menyediakan wadah bagi mereka. Bisa dalam bentuk pelatihan, workshop, pemeran, festival, dan lain-lain," tandasnya.
[RWT | ADV DISPAR KALTIM]
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Related Posts
- Lapangan Tolak Peluru SKOI Perlu Revitalisasi, KONI Siapkan Latihan Atlet di Berau
- YLBHI Desak Presiden Cabut Perpres 111/2025 dan Hentikan Persekusi Minoritas Gender
- Aliansi Perempuan Indonesia Kecam Persekusi SOGIE, Desak Evaluasi Aturan Diskriminatif
- AJI Indonesia Kecam Pengadangan Liputan di Pulau Obi dan Sikap Hotman Paris
- Sakti Gemas Didorong Jadi Pusat Layanan Digital Kaltim, Pemprov Fokus Perkuat Integrasi Data









