Kaltim
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Geram: Antrean BBM Panjang, Kilang Ada tapi Warga Kesulitan
SAMARINDA, Kaltimtoday.co - Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyatakan kekecewaannya terhadap antrean panjang yang terus terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di berbagai wilayah Kaltim. Kondisi ini dinilainya ironis mengingat provinsi ini merupakan daerah penghasil minyak dan gas bumi.
“Ini sangat tidak masuk akal. Kilangnya ada di sini, sumurnya di sini, tapi masyarakat kita malah kesulitan mendapatkan BBM. Antrean panjang terjadi di mana-mana, baik di kota maupun daerah terpencil,” tegas Rudy Mas'ud saat memimpin High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Senin (10/3/2025).
Menurutnya, antrean yang terjadi sebagian besar untuk mendapatkan BBM bersubsidi, seperti pertalite dan solar. Warga di daerah pedalaman bahkan tidak memiliki pilihan lain karena keterbatasan pasokan.
Sebagai langkah konkret, Rudy berencana segera berkoordinasi dengan Pertamina dan para pemangku kebijakan, termasuk bupati, wali kota, kepolisian, dan aparat terkait, untuk mencari solusi atas permasalahan ini.
Selain BBM, Rudy Mas'ud juga menyoroti kelangkaan gas LPG 3 kg menjelang Ramadan dan Idulfitri. Ia berharap kuota distribusi gas melon dapat ditingkatkan agar masyarakat tidak mengalami kesulitan.
“Kami ingin kepastian bahwa kuota BBM dan LPG di Kaltim benar-benar mencukupi kebutuhan masyarakat. Jika memungkinkan, harus ada tambahan alokasi,” pungkasnya.
[TOS]
Related Posts
- Kabut Asap Karhutla Picu 113.336 Kasus ISPA di 7 Provinsi, Balita Ikut Terdampak
- BIFF 2026 Tak Sekadar Panggung Fashion, Dekranasda Bidik UMKM Kaltim Tembus Pasar Global
- BI Kaltim Dorong Digital Farming, Hasil Panen Padi Melonjak Jadi 6,95 Ton per Hektare
- Lepas Kontingen Menuju Kejurnas, Perbasasi Kaltim Dorong Regenerasi Atlet Softball Putri untuk Kembali ke Jalur Juara
- Putaran Pertama Pilrek Unmul 2026, Senat Tetapkan 3 Nama Calon Rektor









