Daerah
Aji Mirni Mawarni Minta Anak Muda Kaltim Lebih Kritis dan Berbasis Data
Kaltimtoday.co, Samarinda - Bertepatan dengan momentum Sumpah Pemuda, Anggota DPD RI, Aji Mirni Mawarni, mendorong anak muda Kalimantan Timur (Kaltim) untuk lebih aktif menyuarakan kebutuhan daerah. Ia meminta generasi muda tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga memperkuatnya dengan data dan penjelasan yang jelas.
Menurut Aji, suara anak muda dibutuhkan untuk mendorong pembangunan Kaltim, terutama dalam pemenuhan infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, dan listrik.
“Muda Kaltim itu harus lebih bersuara, lebih keras lagi, lebih kencang lagi. Bukan berarti teriak-teriak, tetapi memperluas suara dan dukungan untuk Kaltim,” ujarnya.
Aji menilai, Kaltim memiliki sumber daya alam yang besar dan telah memberikan kontribusi bagi negara. Namun, ia menyebut dana yang kembali ke daerah masih terbatas, yakni sekitar 1–2 persen dan paling tinggi diperkirakan 3 persen.
Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, mengingat pembangunan di Kaltim membutuhkan anggaran besar. Luas wilayah yang hampir setara dengan Pulau Jawa juga menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam menjangkau kawasan pelosok.
“Memang penduduk Kaltim hanya 1,7 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Namun, tidak apa-apa kalau kita menuntut hak. Daerah kita sudah dikeruk luar biasa oleh sumber daya alamnya,” katanya.
Aji menyebut pemenuhan infrastruktur dasar menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat. Menurut dia, akses jalan yang baik, ketersediaan air bersih, dan listrik selama 24 jam dapat membantu masyarakat, termasuk di desa, untuk lebih mandiri dan sejahtera.
Ia menilai, dorongan pemerintah agar desa menjadi mandiri perlu diimbangi dengan dukungan infrastruktur yang memadai.
Selain menyoroti pembangunan, Aji juga mendorong anak muda Kaltim agar lebih kritis dalam menyampaikan aspirasi. Namun, ia mengingatkan agar kritik yang disampaikan tidak berhenti pada seruan atau tuntutan umum.
Menurutnya, anak muda perlu menjelaskan persoalan yang dihadapi masyarakat, kebutuhan yang harus dipenuhi, serta alasan di balik tuntutan tersebut.
“Saya mendorong anak muda kita lebih kritis, tetapi berisi. Jangan sekadar berteriak tentang kondisi daerah, tetapi juga menjabarkan apa yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Aji mengatakan, dirinya berupaya membangun ruang diskusi bersama mahasiswa, termasuk melalui hubungan dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan kelompok mahasiswa lainnya.
Ia berharap, diskusi tersebut dapat mempertemukan berbagai gagasan dengan tujuan bersama, yakni mendorong pembangunan Kaltim yang lebih baik.
Aji juga menekankan pentingnya data dalam menyampaikan kritik. Menurut dia, data diperlukan agar aspirasi yang disampaikan memiliki dasar yang kuat dan tidak mudah dianggap sebagai informasi yang keliru.
“Jadi, kita punya dasar ketika berbicara. Jangan kosong supaya tidak dibilang hoaks. Data itu perlu supaya kita tidak dibilang hoaks,” katanya.
Ia berharap, keterlibatan anak muda dalam menyuarakan persoalan daerah dapat membantu mendorong pembangunan yang lebih merata, sekaligus menjadi perhatian terhadap kondisi lingkungan Kaltim yang dinilainya telah mengalami kerusakan cukup parah.
[RWT]
Related Posts
- Sengketa Bagi Hasil Rp25,9 Miliar, Petani Tim 37 Kaubun Menanti Putusan Banding
- Rudianto Amirta Dilantik Jadi Rektor Unmul, Kemendiktisaintek Minta Kampus Perkuat Kontribusi
- Karhutla Berulang di Kalimantan, Koalisi PWYP Tagih Akuntabilitas Pemerintah dan Pemegang Izin
- Disnaker Tolak Pencatatan SPK Unmul, Serikat Pekerja Siapkan Sanggahan Ketiga hingga Rencana Hukum Lanjutan
- Boyong 58 Peserta ke Toraja Utara, PKBGT Klasis Kaltimteng Targetkan Hasil Terbaik di Prawira PKBGT 2026









