Nasional

Antisipasi Geopolitik Global, Presiden Prabowo Pastikan Swasembada Pangan dan Energi

Kaltim Today
10 Maret 2026 07:26
Antisipasi Geopolitik Global, Presiden Prabowo Pastikan Swasembada Pangan dan Energi
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas membahas perkembangan isu terkini bersama para menteri di kediamannya di Hambalang, Bogor, Minggu (8/3/2026). (BPMI Setpres)

JAKARTA, Kaltimtoday.co - Presiden Prabowo Subianto memastikan ketersediaan pangan nasional tetap dalam kondisi aman di tengah situasi geopolitik global yang tidak menentu. Hal ini ditekankan Presiden menyusul meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan 218 jembatan bailey, armco, dan perintis di berbagai wilayah Indonesia secara virtual pada Senin (9/3/2026). Menurutnya, Indonesia harus mampu menjaga ketahanan pangan agar tidak terdampak gejolak global yang dialami negara lain.

“Apa pun terjadi di mana bangsa-bangsa lain banyak akan mengalami kesulitan, minimal kita aman masalah pangan,” kata Prabowo dalam sambutannya.

Prabowo menjelaskan bahwa konflik di berbagai kawasan dunia berpotensi memicu lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Kondisi tersebut pada akhirnya dapat berdampak langsung pada kenaikan harga pangan di pasar internasional.

Meski demikian, Presiden menyebut Indonesia saat ini telah berada pada posisi yang cukup stabil karena hampir mencapai swasembada pangan. Hal ini menjadi benteng pertahanan ekonomi nasional dalam menghadapi krisis luar negeri.

“Dalam keadaan perang di mana-mana, dalam keadaan harga BBM menjulang sangat tinggi yang bisa memengaruhi harga pangan, kita bersyukur bahwa kita hampir mencapai swasembada pangan,” ujar Prabowo.

Ia menambahkan bahwa Indonesia telah berhasil mencapai swasembada beras sebagai komoditas pangan utama masyarakat. Selanjutnya, pemerintah menargetkan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan protein secara mandiri dalam waktu dekat.

“Kita sudah sampai swasembada beras di mana beras adalah makanan pokok kita. Tapi kita juga sebentar lagi akan mencapai kemampuan kita memenuhi kebutuhan protein kita,” imbuh Presiden.

Selain sektor pangan, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong swasembada energi. Langkah ini diambil agar kebutuhan bahan bakar nasional tidak lagi bergantung pada pasokan impor dari negara lain.

Menurut Presiden, Indonesia memiliki potensi besar untuk memproduksi energi secara mandiri melalui berbagai komoditas pertanian. Beberapa di antaranya meliputi kelapa sawit, singkong, jagung, hingga tebu yang melimpah di tanah air.

“Masalah BBM juga bertahun-tahun saya perjuangkan swasembada energi. Kita memiliki karunia besar bahwa kebutuhan BBM kita tidak harus bergantung pada impor, tetapi dapat berasal dari tanaman seperti kelapa sawit, singkong, jagung, dan tebu,” jelasnya.

Prabowo juga mengingatkan bahwa situasi global yang diwarnai pertikaian antar kekuatan besar dapat menyeret banyak negara ke dalam kondisi sulit. Namun, ia optimistis Indonesia memiliki modal sumber daya yang cukup untuk menghadapi krisis tersebut.

Berdasarkan data yang dipelajarinya setiap hari, Prabowo meyakini Indonesia akan keluar dari situasi sulit dengan kondisi ekonomi yang jauh lebih kuat dan mandiri. Penemuan potensi kekayaan baru menjadi salah satu faktor optimisme pemerintah.

“Saya sudah melihat dan mempelajari angka-angka setiap hari. Kita menemukan kekayaan-kekayaan baru. Kita mungkin akan mengalami kesulitan, tetapi perkiraan saya kita akan keluar dari keadaan krisis ini dengan lebih kuat, lebih makmur, dan lebih mampu berdikari,” tutupnya.

[TOS]



Berita Lainnya