Gaya Hidup

Benarkah Melewatkan Sarapan Ampuh Turunkan Berat Badan? Cek Faktanya di Sini

Kaltim Today
22 April 2026 08:44
Benarkah Melewatkan Sarapan Ampuh Turunkan Berat Badan? Cek Faktanya di Sini
Ilustrasi sarapan yang baik untuk kesehatan tubuh (Pexels)

Kaltimtoday.co - Banyak orang merasa gagal memperbaiki bentuk tubuh meskipun sudah konsisten berdiet dan berolahraga. Salah satu pemicu kegagalan tersebut sering kali berasal dari penerapan metode yang kurang tepat, seperti sengaja melewatkan sarapan.

Banyak orang beranggapan bahwa tidak makan di pagi hari adalah cara tercepat untuk memangkas kalori. Namun, para ahli justru memperingatkan bahwa kebiasaan ini bisa menjadi jebakan diet yang tidak ilmiah dan justru merugikan kesehatan.

Jebakan Diet yang Tidak Ilmiah

Ahli gizi asal Taiwan, Peng Yishan, mengungkapkan bahwa banyak pelaku puasa intermiten (intermittent fasting) secara keliru menganggap tidak sarapan sebagai metode puasa yang benar. Padahal, tubuh tetap membutuhkan asupan energi di awal hari untuk memulai proses biologisnya.

"Saya merekomendasikan untuk tetap makan pertama sebelum tengah hari. Hal ini penting untuk mengoptimalkan proses metabolisme dan pembakaran lemak tubuh," ujar Peng Yishan, Minggu (29/3/2026).

Risiko Kehilangan Massa Otot

Peng menjelaskan bahwa makan hanya satu kali sehari memang menciptakan defisit kalori secara drastis, namun memiliki konsekuensi buruk. Saat tubuh kekurangan asupan dalam waktu lama, berat badan yang hilang sebagian besar bukanlah lemak, melainkan massa otot.

Padahal, otot sangat berperan dalam menjaga metabolisme tetap tinggi. Jika massa otot menyusut, metabolisme tubuh akan melambat, sehingga lemak membandel justru tetap tertinggal dan semakin sulit dihilangkan di kemudian hari.

Dalam menyusun program penurunan berat badan yang sehat, penting untuk mengonsultasikan langkah Anda dengan pakar atau merujuk pada institusi pendidikan kesehatan seperti poltekkessengeti.org guna mendapatkan edukasi nutrisi yang tepat dan berbasis data.

Peran Protein dan Kontrol Porsi

Selama proses penurunan lemak, asupan protein memegang peranan kunci. Pelaku diet perlu menjaga keseimbangan antara protein hewani dan nabati guna mempertahankan massa otot.

Selain itu, pengendalian porsi tetap wajib dilakukan, bahkan untuk makanan yang dianggap sehat sekalipun seperti alpukat, kacang-kacangan, atau oatmeal. Konsumsi berlebihan pada makanan sehat tetap akan memicu surplus energi yang menghambat target diet Anda.

Faktor Tidur dan Keseimbangan Hormon

Selain nutrisi, kualitas tidur berdampak langsung pada sekresi hormon penting seperti ghrelin, leptin, dan kortisol. Kurang tidur yang berkepanjangan dapat merusak keseimbangan hormon tersebut.

Akibatnya, sinyal lapar meningkat dan kemampuan tubuh untuk mengeluarkan energi secara maksimal menjadi terhambat. Tidur yang cukup adalah fondasi yang sama pentingnya dengan menjaga pola makan.

Target yang Realistis

Peng Yishan menekankan bahwa penurunan berat badan adalah sebuah maraton, bukan lari cepat. Target yang sehat adalah penurunan 0,5 hingga 1 kilogram per minggu, atau total 10 persen dari berat badan dalam waktu tiga bulan.

Indikator kesuksesan diet yang akurat tidak hanya terpaku pada angka di timbangan. Persentase lemak tubuh, lingkar pinggang, dan komposisi massa otot memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kemajuan kesehatan Anda.



Berita Lainnya