Gaya Hidup

Bukan Hanya Perempuan, Pria Juga Berisiko Tinggi Terkena Virus HPV dan Kanker

Kaltim Today
26 April 2026 13:31
Bukan Hanya Perempuan, Pria Juga Berisiko Tinggi Terkena Virus HPV dan Kanker
Ilustrasi vaksin HPV.

Kaltimtoday.co - Selama ini, virus Human Papillomavirus (HPV) sering kali hanya diidentikkan dengan kanker serviks pada perempuan. Namun, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (Perdoski), dr. Hanny Nilasari, menekankan bahwa virus ini merupakan ancaman serius yang juga mengintai laki-laki, bahkan sering kali tanpa gejala yang disadari.

Dalam acara edukasi kesehatan bersama MSD Indonesia, dr. Hanny mengungkapkan bahwa 1 dari 3 pria berusia di atas 15 tahun terinfeksi HPV. Virus ini tidak hanya menyebabkan infeksi lokal, tetapi juga berpotensi memicu perubahan sel menjadi lesi prakanker yang ganas.

Risiko Kanker pada Laki-laki: 4 Kali Lebih Tinggi

Infeksi HPV pada laki-laki dapat berkembang menjadi berbagai jenis kanker mematikan, seperti kanker penis, skrotum, anus, mulut, hingga tenggorokan. "Risiko kanker tenggorokan bahkan 4 kali lebih tinggi pada laki-laki dibandingkan perempuan," tegas dr. Hanny.

Masalah utama pada laki-laki adalah sifat infeksinya yang sering kali bersifat transien (sementara) namun bisa berubah menjadi persisten (bertahan lama). Jika virus yang menginfeksi adalah tipe risiko tinggi dan bertahan dalam tubuh, maka risiko keganasan akan semakin besar seiring berjalannya waktu.

Waspadai Gejala Kutil Kelamin

Salah satu tanda nyata infeksi HPV adalah munculnya daging tumbuh atau kutil kelamin yang menyerupai kembang kol di area genital. Karakteristik gejala ini antara lain:

  • Umumnya tidak disertai rasa nyeri.
  • Ukuran kecil sehingga sulit terlihat secara kasat mata.
  • Bentuk bervariasi, mulai dari halus hingga kasar.
  • Dapat muncul satu per satu atau dalam jumlah banyak sekaligus.

Dr. Hanny menambahkan, laki-laki yang belum disunat (sirkumsisi) memiliki risiko lebih tinggi karena virus dapat bertahan dan tersembunyi di bawah lipatan kulit genital, sehingga sering kali terabaikan.

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai jadwal vaksinasi HPV untuk pria, perbedaan tipe virus risiko tinggi dan rendah, serta panduan kesehatan kulit dan kelamin lainnya, referensi edukasi lengkap tersedia di laman poltekkestanjungkarang.org. Pencegahan melalui edukasi adalah langkah awal melindungi diri dan pasangan.

Pentingnya Vaksinasi Tanpa Skrining

Berbeda dengan perempuan yang harus melalui prosedur pap smear sebagai metode skrining, laki-laki saat ini belum memiliki metode skrining serupa. Hal ini justru menjadi nilai tambah bagi laki-laki untuk segera mendapatkan vaksinasi HPV sebagai langkah perlindungan utama.

"Tidak ada metode screening untuk laki-laki. Jadi, cakupan vaksinasi yang tinggi akan sangat efektif mengurangi risiko infeksi dan lesi prakanker," tutup dr. Hanny. Melalui imunisasi, tubuh dapat membangun perlindungan jangka panjang dan memutus rantai penularan virus HPV di masyarakat.



Berita Lainnya