Gaya Hidup

Bukan Sekadar Kurang Fokus, Sering Mengantuk Adalah Sinyal Tubuh Kelelahan Akut

Kaltim Today
10 Mei 2026 23:14
Bukan Sekadar Kurang Fokus, Sering Mengantuk Adalah Sinyal Tubuh Kelelahan Akut
Rasa kantuk yang sering muncul bukan sekadar gejala ringan, melainkan sinyal alami tubuh yang mengalami kelelahan dan dipaksa beraktivitas. (Freepik.com/Benzoix)

Kaltimtoday.co - Rasa kantuk yang sering muncul di tengah aktivitas harian sering kali dianggap sebagai gangguan ringan. Namun, pakar medis memperingatkan bahwa kondisi ini merupakan sinyal alami atau "kode" bahwa tubuh Anda sedang mengalami kelelahan yang serius.

Menurut dr. Ari Fahrial Syam, dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi-hepatologi, gejala mengantuk adalah bentuk komunikasi tubuh yang meminta haknya untuk beristirahat. Sayangnya, banyak orang justru mengabaikan sinyal ini dan memilih cara instan agar tetap terjaga.

Bahaya Memaksa Tubuh dengan Kafein berlebih

Salah satu kebiasaan yang paling umum adalah mengandalkan minuman berkafein tinggi seperti kopi. Dokter Ari menekankan bahwa konsumsi kafein yang berlebihan (di atas 150 miligram) dapat memicu efek samping negatif, seperti:

  • Jantung berdebar (palpitasi).
  • Peningkatan asam lambung.

Kewaspadaan semu, di mana otak dipaksa terjaga padahal sel-sel tubuh sudah tidak sanggup bekerja.
Selain kopi, penggunaan minuman berenergi untuk memaksakan stamina juga sangat tidak disarankan karena dapat membuat organ tubuh bekerja melampaui batas kemampuannya secara tidak alami.

Solusi Mengatasi Kelelahan Secara Alami

Alih-alih mengandalkan stimulan kimia, dr. Ari menyarankan pendekatan nutrisi dan pola hidup untuk memulihkan energi:

Nutrisi Seimbang: Pastikan asupan harian mencukupi kebutuhan protein, karbohidrat, lemak sehat, serta vitamin dan mineral. Sumber terbaik bisa didapatkan dari daging sapi, ayam, telur, susu, serta buah dan sayuran segar.

Tidur Berkualitas: Durasi tidur ideal adalah minimal enam jam setiap malam. Dokter Ari menegaskan bahwa tidur berkualitas adalah tidur malam hari yang nyenyak tanpa gangguan.

Hindari "Rapel" Tidur: Kekurangan tidur di hari kerja tidak bisa sepenuhnya digantikan hanya dengan tidur seharian di akhir pekan. Pola istirahat yang konsisten jauh lebih efektif untuk menjaga stamina jangka panjang.

"Obat terbaik untuk kelelahan adalah istirahat dan tidur, bukan memaksanya dengan stimulan," tutup dr. Ari Fahrial Syam (10/5/2026).

Informasi lain terkait lingkungan bisa kunjungi dlhmesuji.aisyiyahduri.sch.id untuk meningkatkan pemahaman Anda.



Berita Lainnya