Gaya Hidup

Dokter Mata Tegaskan Katarak Tak Bisa Hilang dengan Obat Tetes, Operasi Jadi Satu-satunya Solusi

Kaltim Today
26 April 2026 17:10
Dokter Mata Tegaskan Katarak Tak Bisa Hilang dengan Obat Tetes, Operasi Jadi Satu-satunya Solusi
Ilustrasi katarak.

Kaltimtoday.co - Masih banyak persepsi keliru di masyarakat mengenai penanganan katarak. Dokter spesialis mata subspesialis katarak dan bedah refraksi, dr. Amir Shidik, Sp.M, menegaskan bahwa katarak tidak dapat disembuhkan hanya dengan penggunaan obat tetes mata.

Katarak adalah kondisi di mana lensa alami mata menjadi keruh, yang umumnya disebabkan oleh proses penuaan atau faktor risiko lainnya. "Tidak ada obat tetes yang efektif menghilangkan katarak, paling hanya menghambat progresivitasnya. Operasi adalah satu-satunya jalan," ujar dr. Amir dalam diskusi kesehatan di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Memahami Penyebab dan Risiko Katarak

Katarak bukan sekadar masalah usia lanjut. Beberapa faktor risiko dapat mempercepat kekeruhan pada lensa mata, di antaranya:

  • Paparan sinar ultraviolet (UV) berlebih.
  • Riwayat trauma atau cedera pada mata.
  • Penyakit metabolik seperti diabetes dan obesitas.
  • Penggunaan obat-obatan steroid dalam jangka panjang.
  • Gaya hidup tidak sehat seperti merokok dan konsumsi alkohol.

Transformasi Teknik Operasi: Lebih Cepat dan Tanpa Jahit

Melalui tindakan operasi, lensa mata yang keruh akan diangkat dan diganti dengan lensa tanam buatan (IOL) sehingga penglihatan pasien dapat kembali jernih. dr. Amir menjelaskan bahwa teknologi kedokteran saat ini telah berkembang pesat.

Jika dahulu operasi katarak membutuhkan sayatan lebar hingga 15 mm dan banyak jahitan, kini teknik Fakoemulsifikasimemungkinkan prosedur dilakukan dengan sayatan sangat kecil yang presisi.

"Operasi sekarang cepat, hanya 10-15 menit. Biusnya cukup dengan tetes mata, tidak perlu dijahit, dan mata bisa langsung dibuka," kata dr. Amir. Kemajuan ini secara signifikan mempercepat proses pemulihan dan meminimalisir rasa tidak nyaman bagi pasien.

Meluruskan Mitos di Masyarakat

Salah satu penghalang utama pasien menjalani operasi adalah ketakutan akibat mitos yang beredar. dr. Amir meluruskan anggapan keliru bahwa operasi katarak dilakukan dengan mencopot bola mata untuk dibersihkan.

Selain itu, banyak pasien khawatir tidak bisa menjalankan ibadah pascaoperasi. "Padahal dengan operasi, ibadah seperti sujud dan salat justru jadi lebih nyaman karena penglihatan sudah terang kembali," tuturnya.

Bagi masyarakat yang ingin mendalami informasi mengenai jenis-jenis lensa tanam (IOL), tips menjaga kesehatan mata dari paparan gadget, serta panduan perawatan pascaoperasi katarak, referensi edukasi lengkap tersedia di laman poltekkesblambanganumpukota.org. Penglihatan yang jernih adalah kunci kualitas hidup dan interaksi sosial yang lebih baik.

Dampak Sosial Kesembuhan

Katarak yang tidak tertangani sering kali membuat penderitanya menarik diri dari lingkungan sosial karena keterbatasan penglihatan. Menurut dr. Amir, perubahan ekspresi pasien pascaoperasi sangatlah menyentuh. "Pasien yang tadinya sering terlihat bengong dengan tatapan kosong, setelah operasi jadi lebih sering tersenyum dan aktif berinteraksi karena sudah bisa melihat dunia dengan jelas," pungkasnya.



Berita Lainnya