PEMKAB BERAU

Hadapi Karhutla, Wabup Berau Dorong Kolaborasi dan Penguatan Armada

Kaltim Today
11 September 2026 14:53
Hadapi Karhutla, Wabup Berau Dorong Kolaborasi dan Penguatan Armada
Wabup Gamalis ketika melihat kondisi sapras di markas BPBD dan Disdamkarmat. (Miko/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Berau - Wakil Bupati Berau, Gamalis meminta seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memperkuat kolaborasi dan menghilangkan ego sektoral.

Hal itu disampaikan Gamalis saat meninjau markas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau, Jumat (11/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Gamalis mengecek kesiapan armada, sarana dan prasarana, serta personel dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya ancaman karhutla yang masih terjadi di wilayah Berau.

Menurutnya, penanganan karhutla tidak akan maksimal apabila setiap unsur bekerja sendiri-sendiri.

“Kita harus berkolaborasi. Kalau kita egosektoral, yakinlah itu tidak akan selesai di lapangan,” ujar Gamalis.

Ia menegaskan, sekat dalam penanganan karhutla tidak hanya muncul akibat kondisi kebakaran, tetapi juga dapat terjadi karena lemahnya koordinasi antarpihak.

“Saya tidak ingin adanya sekat-menyekat di antara para unsur pemadam kebakaran ini. Kita harus kompak. Memadamkan api,” tegasnya.

Gamalis menilai armada damkar yang tersedia saat ini belum sepenuhnya mencukupi untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Berau.

Karena itu, ia meminta dukungan perusahaan untuk mengerahkan armada yang dimiliki guna memperkuat penanganan karhutla.

“Yang jelas, kita hari ini sangat membutuhkan juga bantuan dari pihak perusahaan untuk mengirimkan armadanya,” katanya.

Gamalis menyebut kebutuhan di lapangan tidak hanya berupa kendaraan pemadam, tetapi juga peralatan pendukung seperti selang dan mesin.

Saat meninjau gudang logistik, ia menemukan sejumlah peralatan yang dinilai dapat dimanfaatkan untuk mendukung penanganan karhutla. Salah satunya mesin portable apung yang dinilai sesuai digunakan dengan memanfaatkan sumber air dari sungai.

“Itu kan bagus sekali dengan kondisi kita, sungai-sungai yang ada ini. Itu harus diturunkan,” ujarnya.

Gamalis juga menyoroti kondisi sejumlah selang yang dinilainya kurang layak untuk digunakan dalam penanganan karhutla.

Pada kebakaran hutan dan lahan, petugas harus menghadapi bara dan sisa pembakaran yang berpotensi kembali memunculkan api, terutama pada lahan gambut.

“Kalau karhutla itu, selang itu berada di tengah-tengah bara, di tengah-tengah sisa, eks abu kebakaran. Yang suatu saat mungkin saja, karena dia gambut, akan tumbuh api,” jelasnya.

Gamalis menegaskan peralatan yang telah dibeli pemerintah harus dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat, bukan hanya disimpan di gudang.

“Itu dibeli untuk melayani masyarakat kita, bukan dibeli untuk ditumpuk di gudang,” pungkas Gamalis.

Sementara itu, Kepala Disdamkarmat Berau Rakhmadi Pasarakan mengatakan pihaknya berencana menambah personel untuk memperkuat pasukan pemadam kebakaran melalui skema outsourcing atau alih daya.

Penambahan personel tersebut diperlukan karena jumlah petugas yang tersedia saat ini dinilai masih jauh dari kebutuhan untuk mencakup seluruh wilayah Kabupaten Berau.

"Kami akan tambah untuk tahap awal 15 orang dulu, kesiapan kami saat ini hanya 100-an orang, sedangkan kalau untuk tingkat kabupaten itu minimal tersedia 450 petugas Damkar,” jelasnya.

[MGN | ADV PEMKAB BERAU] 



Berita Lainnya