Nusantara

Karhutla Lalap 458 Hektare Lahan di Deliniasi IKN, Otorita Pastikan Pusat Pemerintahan Masih Aman Terkendali

Network — Kaltim Today 09 September 2026 05:00
Karhutla Lalap 458 Hektare Lahan di Deliniasi IKN, Otorita Pastikan Pusat Pemerintahan Masih Aman Terkendali
Petugas gabungan tengah berjibaku melawan kobaran api karhutla yang melanda kawasan deliniasi IKN di Bukit Soeharto, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Selasa 8 September 2026. (Beritasatu)

Kaltimtoday.co - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, dengan luasan area terdampak mencapai 458 hektare. Kendati memicu kerusakan vegetasi yang cukup luas, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memastikan sebaran api berada jauh di luar Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Hingga awal September 2026, intensitas titik panas (hotspot) terpantau mulai melandai berkat upaya pemadaman masif. Sebagian besar area yang terbakar terkonsentrasi di kawasan penyangga luar, mencakup Bukit Tengkorak di Kabupaten Penajam Paser Utara serta Bukit Merdeka di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, menegaskan bahwa zona kebakaran berada pada perimeter yang aman dari pusat pembangunan infrastruktur utama IKN.

"Titik-titik kebakaran itu jaraknya dari zona inti sekitar 30 sampai 40 kilometer, jadi cukup jauh. Upaya yang kita lakukan ini merupakan tindakan preventif agar tidak berkembang lebih jauh," terang Danis.

Penanganan kebakaran dilakukan lewat kolaborasi darat dan udara yang melibatkan tim satgas gabungan, yakni operasi darat dengan mengerahkan personel gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan Manggala Agni untuk memutus jalur bara api di lapisan gambut dan semak belukar kering. Sedangkan operasi udara dengan mengintensifkan pengeboman air (water bombing) menggunakan armada helikopter bantuan BNPB guna menjangkau tebing dan lereng bukit yang sulit diakses jalur darat.

Untuk memastikan stabilitas kawasan, OIKN bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperpanjang jadwal siaga udara serta operasi water bombing. Posko pemantauan dan patroli lapangan juga disiagakan penuh selama 24 jam guna mendeteksi serta memadamkan potensi titik api baru sebelum meluas ke koridor hijau IKN. 

[RWT] 



Berita Lainnya