Gaya Hidup

Hasil Studi Jangka Panjang: Menyusui Minimal 3 Bulan Bantu Ibu Cegah Obesitas di Masa Tua

Kaltim Today
26 April 2026 16:55
Hasil Studi Jangka Panjang: Menyusui Minimal 3 Bulan Bantu Ibu Cegah Obesitas di Masa Tua
Ilustrasi ibu menyusui.

Kaltimtoday.co - Menyusui tidak hanya memberikan nutrisi terbaik bagi tumbuh kembang bayi, tetapi juga menyimpan manfaat kesehatan jangka panjang yang luar biasa bagi sang ibu. Sebuah studi terbaru dari Universitas Oslo, Norwegia, mengungkapkan bahwa ibu yang menyusui memiliki risiko penambahan berat badan yang jauh lebih rendah hingga 50 tahun kemudian.

Riset skala besar ini menganalisis data dari 170.000 wanita di Norwegia yang telah melacak riwayat kesehatan mereka sejak tahun 1940-an. Hasilnya menunjukkan kaitan erat antara durasi menyusui dengan stabilitas berat badan saat memasuki usia paruh baya.

Efek Signifikan pada Penurunan Berat Badan

Penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition ini menemukan bahwa wanita yang menyusui setidaknya selama tiga bulan mengalami penambahan berat badan rata-rata 6,5 kilogram lebih sedikit dibandingkan mereka yang tidak menyusui atau hanya menyusui sebentar.

Manfaat ini terlihat paling menonjol pada kelompok berikut:

  • Ibu dengan Kelebihan Berat Badan: Wanita yang sudah mengalami obesitas atau kelebihan berat badan di usia dewasa muda (sebelum hamil) mendapatkan manfaat paling besar, dengan selisih berat badan hingga 6,5 kg di masa depan.
  • Ibu dengan Berat Badan Normal: Bagi mereka yang memiliki berat badan normal sebelum hamil, menyusui membantu menjaga tubuh tetap stabil dengan selisih sekitar 3 kg lebih ringan di masa paruh baya.

Mekanisme Energi dan Nafsu Makan

Peneliti dari Departemen Nutrisi Universitas Oslo, Thorbjørn Brun Skammelsrud, menjelaskan bahwa secara teoritis, menyusui meningkatkan pengeluaran energi tubuh secara drastis untuk memproduksi ASI. Proses ini seharusnya berkontribusi langsung pada penurunan berat badan pascamelahirkan.

Namun, ia juga memberikan catatan bahwa efeknya bisa bervariasi pada setiap individu. "Karena pengeluaran energi meningkat, beberapa wanita juga akan mengalami peningkatan nafsu makan saat menyusui," jelas Skammelsrud. Oleh karena itu, keseimbangan nutrisi tetap memegang peranan penting.

Bagi masyarakat yang ingin mendalami informasi seputar manajemen nutrisi ibu menyusui, tips mengatasi kendala pemberian ASI, serta panduan kesehatan pascamelahirkan lainnya, referensi edukasi lengkap tersedia di laman poltekkesgedongtataankota.org. Dukungan terhadap ibu menyusui adalah investasi kesehatan bagi dua generasi sekaligus.

Dukungan Sosial dan Fasilitas ASI

Hasil temuan ini memperkuat rekomendasi pemerintah Norwegia yang menyarankan pemberian ASI hingga usia anak satu tahun atau lebih. Skammelsrud menekankan pentingnya fasilitas dan dukungan berkualitas bagi ibu menyusui, baik dari keluarga, lingkungan kerja, maupun tenaga kesehatan.

"Pemberian ASI setidaknya selama tiga bulan memiliki efek positif pada berat badan wanita di kemudian hari. Oleh karena itu, penting untuk memfasilitasi pemberian ASI agar ibu mendapatkan dukungan yang berkualitas," pungkasnya. Penelitian ini menegaskan bahwa menyusui adalah langkah preventif kesehatan masyarakat yang efektif untuk menekan angka obesitas pada wanita di masa depan.



Berita Lainnya