Internasional
Heboh Foto Stephen Hawking di Pulau Jeffrey Epstein Muncul Kembali dalam 'Epstein Files'
WASHINGTON, Kaltimtoday.co - Dunia ilmu pengetahuan dikejutkan dengan munculnya foto-foto lama mendiang fisikawan ternama, Profesor Stephen Hawking, dalam kumpulan dokumen "Epstein Files" yang baru saja dirilis Departemen Kehakiman (DoJ) Amerika Serikat. Foto tersebut memperlihatkan Hawking tengah bersantai di lokasi yang diduga kuat merupakan pulau pribadi milik Jeffrey Epstein di Kepulauan Virgin, AS.
Kehadiran Hawking di pulau tersebut berkaitan dengan konferensi sains bertajuk "The Energy of Empty Space That Isn't Zero" pada tahun 2006. Acara tersebut dihadiri oleh 21 ilmuwan internasional terkemuka dan didanai sepenuhnya oleh Epstein yang saat itu berusaha membangun citra sebagai dermawan di bidang sains.
Dokumen terbaru ini mengungkap perlakuan istimewa yang diberikan Epstein kepada Hawking. Sang profesor dikabarkan mendapatkan fasilitas kapal selam khusus yang telah dimodifikasi agar ia dapat menikmati pemandangan bawah laut di sekitar pulau Little Saint James. Hal ini menjadi pengalaman bawah air pertama bagi fisikawan teoretis asal Cambridge tersebut.
Meski foto-foto yang beredar menunjukkan suasana santai, dokumen pengadilan mengungkap adanya sisi gelap terkait tuduhan dari Virginia Giuffre, salah satu korban utama Epstein. Giuffre pernah mengklaim bahwa Hawking terlibat dalam aktivitas ilegal di pulau tersebut.
Namun, dalam email yang terungkap, Jeffrey Epstein secara agresif membantah klaim tersebut dan bahkan menginstruksikan Ghislaine Maxwell untuk menawarkan imbalan uang kepada saksi yang bisa membantu membantah tuduhan terhadap Hawking. Hingga saat ini, tidak ada bukti konkret yang menunjukkan adanya pelanggaran hukum atau tindakan kriminal yang dilakukan langsung oleh Hawking.
Muncul pula laporan mengenai tip anonim kepada FBI yang mengklaim melihat Epstein bersama Hawking di sebuah kelab pria di Florida pada 2011. Namun, otoritas mengategorikan laporan ini sebagai klaim tidak berdasar karena minimnya bukti pendukung.
Kedekatan Epstein dengan para ilmuwan jenius dunia, termasuk donasi hingga 20 juta dolar AS per tahun, diketahui didorong oleh obsesinya terhadap konsep "Transhumanisme". Konsep ini merupakan keyakinan untuk meningkatkan spesies manusia melalui teknologi seperti rekayasa genetika.
Stephen Hawking sendiri telah meninggal dunia pada Maret 2018 di usia 76 tahun setelah berjuang melawan penyakit motor neuron (ALS) selama lebih dari setengah abad. Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga maupun perwakilan mendiang Hawking belum memberikan komentar resmi terkait munculnya kembali dokumen-dokumen ini.
[TOS]
Related Posts
- Brazil's Bolsonaro to serve sentence at home due to ill health, judge to review in 90 days
- US stocks give back some of the rally sparked by Trump's talk of negotiations with Iran
- As US pressure grows for leadership change in Cuba, a Castro could be the next president
- Composer of iconic 'Lion King' chant sues comedian over 'Circle of Life' translation
- Kim vows to 'irreversibly' cement North Korea's nuclear status









