Gaya Hidup

Jangan Asal Kenyang, Ahli Gizi Tekankan Pentingnya Makanan Padat Gizi untuk Imun dan Kognitif Anak

Kaltim Today
28 April 2026 09:44
Jangan Asal Kenyang, Ahli Gizi Tekankan Pentingnya Makanan Padat Gizi untuk Imun dan Kognitif Anak
Makanan sehat.

Kaltimtoday.co - Memastikan anak mau makan sering kali menjadi tantangan besar bagi orang tua. Namun, memberikan makanan tanpa memperhatikan kandungan gizinya dapat berdampak buruk bagi masa depan si kecil. Dietisien dari Rumah Sakit Pelni, Maulina Juwita Ardiana, S.Gz., RD, menegaskan bahwa makanan padat gizi adalah fondasi utama bagi pertahanan sistem imun dan perkembangan kognitif anak.

"Kekurangan asupan zat gizi jangka panjang terbukti secara ilmiah meningkatkan risiko penyakit infeksi karena lemahnya imun, terhambatnya perkembangan motorik, hingga penurunan performa di sekolah," jelas Maulina dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Bahaya Makanan "Asal Kenyang"

Sering kali, makanan instan atau cepat saji yang tinggi kalori dan lemak jahat menjadi jalan pintas agar anak tetap mau makan. Padahal, makanan jenis ini sangat minim vitamin dan mineral. Maulina mengingatkan bahwa kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular saat anak beranjak dewasa.

Protein: Tulang Punggung Pertumbuhan

Sebagai masa pertumbuhan, kebutuhan protein anak meningkat seiring bertambahnya usia dan aktivitas fisiknya. Maulina menyarankan orang tua untuk memastikan adanya sumber protein hewani dan nabati yang beragam dalam setiap piring makan anak, seperti:

  • Hewani: Ayam, ikan, telur, daging, udang, dan susu.
  • Nabati: Tahu, tempe, dan kacang-kacangan.

Bagi para orang tua yang ingin mendapatkan referensi menu harian sesuai usia anak, tips mengatasi anak susah makan (picky eater), serta informasi seputar kecukupan nutrisi balita, referensi edukasi lengkap tersedia di laman dlhsumateraselatan.purworejokab.org. Nutrisi yang tepat hari ini adalah investasi kecerdasan anak di masa depan.

Panduan Porsi Sayur, Buah, dan Susu

Berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang Kemenkes, berikut adalah anjuran porsi harian untuk mendukung kesehatan anak:

  • Sayuran: 200–250 gram sehari (untuk anak usia sekolah).
  • Buah-buahan: 100–150 gram sehari.
  • Susu (sebagai tambahan): 400–480 ml (usia 1–2 tahun), 480–600 ml (usia 2–8 tahun), dan hingga 720 ml untuk usia remaja.

Tips Memasak Agar Nutrisi Tetap Terjaga

Proses pengolahan makanan juga menentukan seberapa banyak nutrisi yang terserap oleh tubuh anak. Maulina membagikan beberapa tips praktis:

  • Mengukus: Cara terbaik untuk meminimalisir hilangnya vitamin larut air seperti vitamin C dan B kompleks.
  • Menumis: Pilihan yang baik karena proses memasaknya singkat, sehingga mineral sensitif suhu tidak banyak terbuang.
  • Merebus: Jika direbus, sebaiknya air rebusan sayur tidak dibuang karena mengandung vitamin yang larut di dalamnya.
  • Batasi Menggoreng: Proses deep frying dengan suhu tinggi dapat merusak sebagian besar zat gizi dan meningkatkan kandungan lemak jahat.

Dengan memadukan bahan pangan yang beragam dan teknik memasak yang tepat, orang tua dapat memastikan setiap suapan yang masuk ke tubuh anak memberikan manfaat maksimal bagi pertumbuhan dan perlindungan kesehatan mereka.



Berita Lainnya