Daerah

Jelang Peralihan Masa Kelola Mal Lembuswana Samarinda, Pelaku Usaha Minta Biaya Sewa Tak Mencekik

Defrico Alfan Saputra — Kaltim Today 29 Juli 2026 15:55
Jelang Peralihan Masa Kelola Mal Lembuswana Samarinda, Pelaku Usaha Minta Biaya Sewa Tak Mencekik
Situasi mal lembuswana sekarang. (Defrico/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Rencana peralihan pengelolaan Mal Lembuswana Samarinda ke tangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Kaltim menuai beragam tanggapan dari kalangan pelaku usaha. Para penyewa gerai berharap pihak pengelola baru tidak menetapkan skema biaya sewa yang memberatkan di tengah tren penurunan kunjungan masyarakat.

Pusat perbelanjaan legendaris tersebut secara resmi bakal dikelola oleh PT Kaltim Melati Bhakti Satya (PT KMBS). BUMD milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ini mengambil alih operasional menggantikan pengelola lama, PT Cipta Sumena Indah Satresna (PT CSIS), yang masa kontrak kerja samanya telah kedaluwarsa pada 26 Juli 2026.

Penyewa Lapak, Hartati menginginkan agar biaya sewa di Mal Lembuswana, tidak terlalu memberatkan para pelaku usaha. Terlebih, dalam beberapa waktu terakhir, pengunjung di sana mengalami penurunan yang cukup drastis.

"Kalau sewa kami Rp11 juta per bulan, dendanya sekitar Rp110 ribu per hari kalau lewat jatuh tempo. Kami merasa cukup ditekan karena tidak ada toleransi sedikit pun," ungkapnya pada Rabu (29/07/2026).

Hartati sudah berjualan pakaian muslimah di Mal Lembuswana selama belasan tahun. Tingkat pengunjung dan penjualan, sangat berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ia meminta agar pengelola yang baru, bisa memikirkan solusi agar mal tersebut bisa jaya kembali dalam waktu dekat.

"Mungkin bisa diadakan berbagai kegiatan atau keramaian untuk menarik pengunjung, atau harga sewa dimurahkan terlebih dahulu agar para penyewa bisa bertahan dan mal kembali ramai," bebernya.

Ia belum mengetahui seperti apa skema baru yang disiapkan oleh pengelola, termasuk biaya sewa dan perubahan lainnya. Setidaknya, kata dia, tidak memberatkan para pelaku usah yang sudah lama mengisi di mal tersebut.

"Sejauh ini belum ada. Dari penyewa juga belum diberitahu secara jelas," imbuhnya.

Salah satu pengunjung, Sulis juga menyampaikan bahwa dirinya juga ingin melihat Mal Lembuswana hidup kembali, dan ramai dikunjungi oleh masyarakat seperti mal - mal lainnya yang ada di Samarinda.

"Fasilitas sudah bagus, tidak ditambah aja lagi kaya lift, foodcourtnya. Saya sering ke lembus, tiga atau empat kali satu bulan. Kalau bisa diramaikan kembali, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat," sebutnya.

Sebagai informasi, pemerintah provinsi akan melakukan penyerahan resmi ke pengelola baru yakni PT Kaltim Melati Bhakti Satya (PT KMBS), yang direncanakan akan berlangsung pada 7 Agustus 2026.

[RWT] 



Berita Lainnya