BPJS KETENAGAKERJAAN

Perlindungan Pekerja Jadi Fondasi Ekonomi Berkelanjutan, BPJS Ketenagakerjaan Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Kaltim Today
09 Mei 2026 19:59
Perlindungan Pekerja Jadi Fondasi Ekonomi Berkelanjutan, BPJS Ketenagakerjaan Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar menyerahkan secara simbolis kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada perwakilan pekerja rentan. (Foto: Dok. BPJS Ketenagakerjaan)

JAKARTA, Kaltimtoday.co - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan fondasi krusial bagi penciptaan ekonomi yang berkelanjutan. Menurutnya, langkah ini menjadi kunci penting untuk menjaga stabilitas serta keberlangsungan iklim dunia usaha di masa depan.

Hal tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Cak Imin itu dalam agenda Penganugerahan Paritrana Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Award di Jakarta, Jumat (8/5/2026). Ia memandang jaminan sosial saat ini sudah bergeser peran, bukan lagi sekadar perlindungan dasar bagi buruh atau pekerja, melainkan sebagai bagian dari strategi investasi jangka menengah dan panjang.

“Jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi instrumen investasi jangka menengah dan panjang, serta bagian penting ekosistem pemberdayaan. Melindungi pekerja kita hari ini artinya kita sedang melindungi keberlanjutan dunia usaha di masa depan,” ujar Muhaimin.

Cak Imin menggarisbawahi bahwa aspek perlindungan tenaga kerja kini menjadi indikator penilaian penting dalam lanskap investasi global. Para investor internasional mulai menjadikan aspek Environmental, Social, and Governance(ESG) sebagai instrumen utama sebelum menanamkan modal di sebuah perusahaan.

“Jaminan sosial tenaga kerja menjadi salah satu ciri perusahaan yang kredibel dan memiliki nilai ESG tinggi. Semakin baik perusahaan melindungi pekerjanya, semakin positif pula citra perusahaan tersebut di mata para investor global,” tambah Menko PM.

Di tempat yang sama, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, mengapresiasi komitmen seluruh pemenang Paritrana Award. Ia menekankan bahwa penguatan ekosistem perlindungan pekerja mutlak memerlukan gerakan kolaboratif lintas sektor yang masif dan terintegrasi secara berkala.

“Cakupan perlindungan bagi para pekerja, terutama kelompok pekerja rentan dan sektor informal, tidak dapat dilakukan secara parsial. Ini membutuhkan sinergi kokoh antara pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, hingga ke tingkat pemerintah desa,” kata Saiful.

Ia berharap penghargaan tahunan ini menjadi katalisator positif yang memicu kompetisi sehat antar-wilayah dan pelaku industri untuk terus menelurkan inovasi jaminan perlindungan tenaga kerja di lapangan.

Respons positif juga datang dari daerah. Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Balikpapan, M. Hasbi Asshiddiqqi, menyepakati arahan Menko PM mengenai korelasi jaminan sosial dengan ketahanan ekonomi daerah. Menurut Hasbi, rasa aman yang dimiliki pekerja berbanding lurus dengan produktivitas industri setempat.

“Ketika pekerja merasa aman dan terlindungi dari risiko kerja, maka loyalitas dan produktivitas mereka otomatis akan meningkat. Hubungan industrial yang harmonis ini yang nantinya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara sehat, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkas Hasbi.

[TOS]



Berita Lainnya