Daerah
Perusahaan Prabowo di Berau Kembali Beroperasi 2026, Sejumlah Tanggungan Masih Harus Diselesaikan
Kaltimtoday.co, Berau - Aktivitas sejumlah pekerja di area PT Kiani Kertas Nusantara di Kampung Pilanjau, Kecamatan Sambaliung, kembali menarik perhatian publik. Perusahaan pulp yang diketahui terkait dengan Presiden RI Prabowo Subianto itu dikabarkan akan kembali beroperasi setelah lama vakum.
Video yang memperlihatkan aktivitas di dalam kawasan perusahaan pun viral di media sosial. Namun, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Berau meluruskan informasi tersebut saat dikonfirmasi pada Kamis (24/7/2025).
Kepala Disnakertrans Berau, Zulkifli Azhari menjelaskan bahwa aktivitas yang terekam dalam video tersebut bukanlah proses produksi, melainkan kegiatan persiapan oleh pihak kontraktor.
"Video yang viral itu hanya pelaksanaan project oleh kontraktor bukan beroperasi, nanti baru setelah 2025 dinyatakan siap, baru beroperasi," kata Kepala Disnakertrans Berau, Zulkifli Azhari.
Meski begitu, Zulkifli mengaku, belum melakukan pengawasan langsung untuk kedua kalinya. Mereka hanya mengaku pernah bertemu dengan manajemen. Mengenai hal pesangon kepada karyawan, Kiani Kertas menyatakan upaya tersebut masih dilakukan.
"Tapi memang ada beberapa karyawan yang sudah dipanggil mungkin untuk melaksanakan beberapa maintenance di lokasi, kalau terkait pesangon itu dari pihak manajemen memang menjadikan setelah 2025 ketika seluruh project selesai," jelasnya.
Sesuai rencana, PT Kiani Kertas akan kembali beroperasi pada awal tahun 2026. Sebelum beroperasi mereka harus menyelesaikan sejumlah tanggung jawab. Mulai pajak ke daerah hingga pesangon kepada ratusan pekerja
[MGN]
Related Posts
- Cara Cek Lokasi Orang Lain lewat Google Maps secara Real-Time dan Akurat
- Gandeng Baznas, Kemdiktisaintek Buka Beasiswa untuk 200 Mahasiswa Palestina Kuliah di Indonesia
- Kirim 430 Atlet ke Asian Games 2026, Presiden Prabowo Janjikan Bonus Rp3 Miliar dan Minta Pelatih Diberi Kenaikan Pangkat
- Insentif Guru Non-ASN Kukar Belum Cair, Disdikbud Minta Sekolah Percepat Rekonsiliasi Data
- Intrusi Air Laut Meningkat, Lima IPA di Samarinda Kurangi Jam Operasional









