Advertorial

PLN Percepat Proyek Gardu Induk Grogot, Perkuat Interkoneksi Listrik Kaltim-Kalsel

Kaltim Today
05 Mei 2026 20:35
PLN Percepat Proyek Gardu Induk Grogot, Perkuat Interkoneksi Listrik Kaltim-Kalsel
Pekerja dari PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) sedang melakukan pemasangan peralatan vital pada proyek pembangunan Extension 2 Line Bay di Gardu Induk (GI) 150 kV Grogot, Kabupaten Paser, Selasa (28/4/2026).

Kaltimtoday.co - PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) tengah mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Kabupaten Paser. Melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 1 (UPP KLT 1), fokus utama saat ini diarahkan pada penyelesaian Extension 2 Line Bay arah Gardu Induk (GI) Sei Durian.

Proyek ini merupakan misi krusial untuk memastikan sistem interkoneksi energi antarprovinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan tidak lagi bergantung pada satu jalur tunggal. Tahapan konstruksi saat ini telah memasuki fase pemasangan ratusan peralatan utama dengan tingkat ketelitian tinggi.

Sejumlah komponen vital seperti Disconnecting Switch (DS), Circuit Breaker (CB), Current Transformer (CT), Capacitive Voltage Transformer (CVT), hingga Lightning Arrester (LA) mulai dipasang satu per satu. Selain itu, pemasangan konduktor busbar juga tengah berlangsung sebagai urat nadi penghubung daya di seluruh Kalimantan.

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, mengungkapkan bahwa proyek ini merupakan jawaban atas tantangan beban kelistrikan yang terus tumbuh. Selama ini, tulang punggung transmisi Kalsel-Kaltim masih bertumpu pada jalur tunggal dari GI Tanjung menuju GI Kuaro.

“Kami sedang membangun jalur alternatif yang kuat. Dengan hadirnya koneksi dari GI Grogot menuju GI Sei Durian ini, sistem kelistrikan kita memiliki fleksibilitas tinggi. Jika terjadi gangguan di satu jalur, jalur ini siap menyokong, sehingga risiko padam di masyarakat bisa kita minimalisir sedini mungkin,” tegas Basuki.

Hadirnya jalur baru ini diharapkan dapat meningkatkan keandalan sistem interkoneksi antarwilayah sekaligus meminimalisir potensi gangguan sistem. Pihak PLN menekankan bahwa pengerjaan di lapangan dilakukan dengan pengawasan ketat, terutama pada aspek teknis dan keselamatan.

Manager PLN UPP KLT 1, I Made Gita Prawira, menjelaskan bahwa di balik berdirinya struktur baja tersebut, terdapat penerapan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang sangat ketat. Koordinasi tim di lapangan dipastikan tetap solid mengingat pekerjaan ini membutuhkan presisi tinggi.

“Ini adalah pekerjaan presisi tinggi. Mulai dari mendirikan struktur baja hingga menempatkan peralatan sensitif seperti CB dan CT, semua ada hitungannya. Tim di lapangan bekerja dengan koordinasi yang solid, memastikan setiap pengujian awal dilakukan tanpa cela sebelum tiba waktunya energize (pemberian tegangan). Kami bekerja untuk hasil yang andal dan tahan lama,” jelas I Made.

Proyek yang dikerjakan oleh KSO Usaha Bakti Perkasa – PT Mahameru Energi Semesta ini telah menunjukkan progres positif sejak dimulai pada pertengahan April 2026. Pembangunan ini menjadi komitmen PLN untuk menghadirkan listrik stabil bagi pertumbuhan ekonomi dan kenyamanan masyarakat di Kalimantan.

[TOS | ADV PLN]



Berita Lainnya