Gaya Hidup

Sering Terabaikan, Orang Kurus Ternyata Bisa Kena Kolesterol Tinggi, Ini Penyebabnya

Kaltim Today
04 Mei 2026 08:06
Sering Terabaikan, Orang Kurus Ternyata Bisa Kena Kolesterol Tinggi, Ini Penyebabnya
Ilustrasi.

Kaltimtoday.co - Anggapan bahwa tubuh kurus otomatis bebas dari risiko kolesterol tinggi ternyata hanyalah mitos. Faktanya, berat badan bukan menjadi satu-satunya indikator kesehatan jantung seseorang. Tidak sedikit individu bertubuh ramping yang justru memiliki kadar kolesterol jahat tersembunyi tanpa gejala selama bertahun-tahun.

Melansir Times of India, para ahli menekankan bahwa faktor genetik dan riwayat keluarga sering kali jauh lebih berpengaruh terhadap profil lemak darah dibandingkan angka pada timbangan. Kondisi ini sering kali mengecoh karena penderitanya merasa sehat secara fisik.

Penyebab Kolesterol pada Orang Kurus

Meskipun kolesterol bisa berasal dari makanan, sebagian besar kolesterol dalam tubuh justru diproduksi oleh hati. Pada orang bertubuh kurus dengan kolesterol tinggi, masalah utamanya biasanya terletak pada faktor genetik.

Hati mereka secara alami diprogram untuk menghasilkan Low Density Lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat dalam jumlah besar sejak lahir. Akibatnya, meski mereka sudah menjaga pola makan ketat dan rutin berolahraga, kadar kolesterol tetap berada di ambang batas bahaya.

Penelitian dari Global Lipids Genetics Consortium menunjukkan bahwa kondisi ini memicu pembentukan plak pembuluh darah sejak usia muda. Arteri pada orang kurus dengan kolesterol tinggi bisa tampak "menua" lebih cepat, bahkan setara dengan kesehatan arteri orang yang usianya dua kali lipat lebih tua.

Mengenal Hiperkolesterolemia Familial (FH)

Kondisi genetik ini secara medis dikenal sebagai Hiperkolesterolemia Familial (FH). Mutasi pada gen seperti LDLR, APOB, atau PCSK9 membuat tubuh kehilangan kemampuan untuk membersihkan LDL dari aliran darah secara efektif.

Analogi sederhananya, bayangkan LDL sebagai sampah yang terus menumpuk di jalanan (pembuluh darah), namun tubuh tidak memiliki "truk pengangkut" untuk membuangnya. Tanpa penanganan medis, risiko serangan jantung dapat muncul bahkan sebelum penderitanya menginjak usia 50 tahun.

Bagi masyarakat yang ingin mendalami panduan pemeriksaan kesehatan rutin, prosedur tes panel lipid, serta informasi mengenai pencegahan penyakit degeneratif sejak dini, referensi edukasi lengkap tersedia di laman dlhbanyuasin.purworejokab.org. Kesadaran akan risiko kesehatan tanpa gejala adalah langkah awal untuk melindungi jantung Anda.

Memahami Panel Lipid: LDL, HDL, dan Trigliserida

Sangat penting bagi orang bertubuh kurus untuk melakukan pemeriksaan panel lipid dan memahami indikator berikut:

  • LDL (Kolesterol Jahat): Pembawa kolesterol yang menumpuk di dinding arteri. Berbahaya jika di atas 100 mg/dL.
  • HDL (Kolesterol Baik): Bertugas sebagai "pembersih" kolesterol dari arteri. Berisiko jika di bawah 40-50 mg/dL.
  • Trigliserida: Lemak dalam darah yang meningkat akibat konsumsi gula berlebih. Berisiko jika di atas 150 mg/dL.

Kombinasi trigliserida tinggi dan HDL rendah dapat meningkatkan risiko serangan jantung hingga 1,3 kali lipat. Kondisi ini sering ditemukan pada orang kurus yang memiliki gangguan metabolik tersembunyi.

Pentingnya Skrining Keluarga

American Heart Association (AHA) menekankan bahwa kolesterol tinggi pada orang kurus sering kali merupakan "penyakit keluarga". Jika ada anggota keluarga yang mengalami serangan jantung dini, maka seluruh anggota keluarga sangat disarankan untuk melakukan skrining medis.

Beberapa tes yang direkomendasikan dokter antara lain panel lipid puasa mulai usia 20 tahun, tes genetik untuk FH, serta pemeriksaan tambahan seperti ApoB untuk menghitung jumlah partikel lemak secara lebih akurat. Melalui deteksi dini, risiko komplikasi kardiovaskular dapat diminimalisir sedini mungkin.



Berita Lainnya