Kaltim
Setahun Terakhir, BPS Catat Jumlah Pengangguran di Kaltim Naik 128.460 Orang
Kaltimtoday.co, Samarinda - Jumlah orang menganggur per Februari 2020 di Kaltim meningkat mencapai 128.460 orang. Temuan ini berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim yang dirilis, Rabu (5/5/2021).
"Tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kaltim mencapai 6,81 persen dari total angkatan kerja yang sebanyak 1.886.360 orang," ujar Kepala BPS Provinsi Kaltim Anggoro Dwitjahyono di Samarinda, dilansir dari suara.com, media jaringan kaltimtoday.co, Minggu (9/5/2021).
Jika jumlah pengangguran dan TPT ini dirinci menurut pendidikan, maka TPT untuk pendidikan SD ke bawah sebesar 4,74 persen, TPT untuk pendidikan SMP sebesar 7,18 persen.

Kemudian TPT untuk pendidikan SMA atau yang sederajat sebesar 7,58 persen, dan TPT untuk Pendidikan Tinggi sebesar 8,43 persen.
Dibandingkan dengan Agustus 2020, lanjutnya, maka TPT untuk semua jenjang pendidikan mengalami kenaikan, kecuali pada jenjang SMA/SMK dan Diploma.
TPT pada jenjang SMA/SMK, katanya lagi, menurun cukup tinggi jika dibanding TPT Agustus 2020 yang sebesar 10,20 persen.
Ia juga mengatakan, penduduk yang bekerja di Kaltim sebanyak 1.757.900 orang, atau meningkat 65.100 orang ketimbang keadaan Agustus 2020.
Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase terbesar adalah di sektor jasa perusahaan, yakni naik sebesar 1,11 persen.
Sementara lapangan usaha yang mengalami penurunan terbesar adalah sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, yakni naik 1,24 persen.
"Di sisi lain, sebanyak 839.590 orang atau 47,76 persen bekerja pada kegiatan informal. Jumlah ini mengalami kenaikan 0,62 persen ketimbang Agustus 2020," ucap Anggoro.
[TOS]
Related Posts
- Saefuddin Zuhri Diproyeksikan NasDem Lanjutkan Kepemimpinan Samarinda
- Intrusi Air Laut Meningkat, Lima IPA di Samarinda Kurangi Jam Operasional
- Bidik Prestasi di Asia, Borneo FC Jelaskan Alasan Kenaikan Harga Tiket
- TPP Tenaga Kesehatan Kaltim Segera Dibayarkan, Anggaran Empat Bulan Sudah Disiapkan
- Operasional Pasar Pagi Nombok Rp5 Miliar Per Tahun, Komisi II DPRD Samarinda Soroti Beban APBD









