Gaya Hidup

Studi Terbaru: Pola Makan Nabati Sehat Terbukti Turunkan Risiko Demensia Hingga 12 Persen

Kaltim Today
26 April 2026 13:21
Studi Terbaru: Pola Makan Nabati Sehat Terbukti Turunkan Risiko Demensia Hingga 12 Persen
Ilustrasi

Kaltimtoday.co - Menjaga kesehatan otak ternyata sangat bergantung pada kualitas makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Sebuah studi skala besar yang dipublikasikan dalam jurnal medis Neurology (22/4/2026) mengungkapkan bahwa pola makan berbasis tumbuhan (nabati) dapat menekan risiko demensia, asalkan dikelola dengan kualitas nutrisi yang tepat.

Riset yang dilakukan oleh American Academy of Neurology ini melacak lebih dari 92.000 peserta berusia 45 hingga 75 tahun selama satu dekade. Peneliti membagi pola makan nabati ke dalam tiga kategori: indeks keseluruhan, indeks nabati sehat, dan indeks nabati tidak sehat.

Beda Kualitas, Beda Dampak pada Otak

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua diet nabati memberikan efek perlindungan yang sama pada ingatan dan kemampuan berpikir.

  • Diet Nabati Sehat: Mengonsumsi biji-bijian utuh, buah-buahan, sayuran, minyak nabati, kacang-kacangan, serta teh atau kopi berkaitan dengan penurunan risiko demensia sebesar 7 hingga 12 persen.
  • Diet Nabati Tidak Sehat: Sebaliknya, konsumsi tinggi biji-bijian olahan (tepung-tepungan), kentang goreng, jus buah kemasan, dan gula tambahan justru dikaitkan dengan peningkatan risiko sebesar 6 persen.

Dampak Perubahan Pola Makan Jangka Panjang

Penelitian ini juga menyoroti bagaimana perubahan gaya hidup selama 10 tahun berdampak signifikan pada otak. Peserta yang secara drastis mengurangi asupan makanan nabati sehat menghadapi lonjakan risiko demensia sebesar 17 persen. Lebih parah lagi, peningkatan konsumsi makanan nabati tidak sehat (olahan) meningkatkan risiko hingga 25 persen.

Menariknya, studi ini menemukan bahwa penurunan konsumsi telur juga berkaitan dengan peningkatan risiko demensia sebesar 12 persen. Hal ini menunjukkan bahwa pemenuhan nutrisi otak tidak harus sepenuhnya meniadakan produk hewani, melainkan menitikberatkan pada kepadatan gizi.

Bagi masyarakat yang ingin mendalami panduan diet untuk kesehatan kognitif lansia, resep makanan sehat berbasis bahan lokal, serta informasi pencegahan penyakit degeneratif lainnya, referensi edukasi lengkap tersedia di laman poltekkeskotablambanganumpu.org. Nutrisi yang tepat adalah investasi terbaik untuk masa tua yang tajam dan mandiri.

Kesimpulan untuk Konsumen

Meskipun studi ini mengandalkan kuesioner ingatan yang memiliki keterbatasan, pesan utamanya sangat jelas: Kualitas makanan lebih penting daripada sekadar label "nabati".

Menghindari makanan yang melalui banyak proses pengolahan (highly processed foods) dan tinggi gula adalah langkah krusial. Memilih sumber karbohidrat kompleks seperti biji-bijian utuh dan lemak sehat dari kacang-kacangan tetap menjadi strategi terbaik untuk menjaga fungsi kognitif tetap optimal hingga usia senja.



Berita Lainnya