Advertorial
Terpilih Aklamasi, Muhammad Anwar Kembali Pimpin Perkindo Kaltim: Fokus Lanjutkan Program dan Perkuat Sinergi Pemerintah
Kaltimtoday.co, Samarinda - Terpilih secara aklamasi, Muhammad Anwar kembali dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Konsultan Indonesia (Perkindo) Kalimantan Timur periode 2026–2031.
Ketua DPD Perkindo Kaltim 2026-2031 Muhammad Anwar mengatakan, dorongan dari anggota Perkindo Kaltim membuat dirinya percaya diri dan yakin dalam memimpin kembali organisasi tersebut untuk lima tahun ke depan.
“Mereka menilai kepengurusan sebelumnya sudah cukup bagus meskipun masih ada kekurangan, sehingga perlu ada keberlanjutan,” ujarnya.
Menurut Anwar, kepengurusan yang baru akan segera menggelar rapat internal guna menyusun dan membahas program kerja sesuai visi dan misi organisasi hingga 2031. Ia menegaskan fokus utama saat ini adalah melanjutkan program-program sebelumnya yang dinilai belum maksimal.
“Yang jelas dalam waktu dekat kami akan melakukan rapat internal untuk membahas program-program kerja yang sudah dipaparkan tadi sesuai visi dan misi,” katanya.
Ia juga berharap Perkindo Kaltim dapat terus bersinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten dan kota. Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah menjadi faktor penting untuk mendukung keberhasilan program organisasi.
Sementara itu, Ketua DPP Perkindo Pusat, Nunus Nugroho, menjelaskan bahwa pelaksanaan Musda merupakan amanah organisasi yang telah diatur dalam peraturan organisasi dan AD/ART Perkindo. Musda wajib digelar setiap lima tahun sekali seiring berakhirnya masa kepengurusan.
“Hari ini Musda sudah dilaksanakan secara demokratis dan terpilih secara aklamasi, yakni Muhammad Anwar sebagai ketua. Tadi juga sudah saya lantik lengkap dengan susunan pengurus,” ujarnya.
Selain itu, Nunus juga menyoroti kondisi jasa konsultan konstruksi di Kalimantan Timur. Ia menilai, tingginya biaya sertifikasi dan pemenuhan regulasi usaha jasa konsultan masih menjadi tantangan besar bagi pelaku usaha kecil, mulai dari sertifikasi tenaga ahli, kewajiban tenaga tetap, hingga sertifikasi badan usaha.
"Konsultan lokal harus mampu menjadi pelaku utama jasa konsultan di daerah sendiri dan tidak kalah bersaing dengan pihak luar," tutup Nunus.
[ADV]
Related Posts
- Hetifah Minta Satgas Pencegahan Kekerasan Diperkuat, Kasus Pelecehan di Ponpes Tak Boleh Terulang
- Pulau Kedindingan, ‘’Benteng Terakhir’’ Bontang yang Dipertaruhkan
- Dipimpin Akhmed Reza Fachlevi, Percasi Kaltim Siapkan Sekolah Catur untuk Cetak Bibit Atlet Berprestasi
- Hetifah Dorong Dosen di Samarinda Kuasai AI demi Riset Berkualitas
- Otorita IKN Evaluasi Berkala Pembangunan Tahap II Menuju Ibu Kota Politik 2028









