Gaya Hidup
Waspada Dehidrasi, Ini 3 Kelompok Jemaah Haji Paling Rentan Sakit
Kaltimtoday.co - Jemaah lanjut usia (lansia), penderita penyakit metabolik, serta orang dengan riwayat gangguan saluran cerna secara medis menjadi kelompok yang paling rentan mengalami gangguan kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji.
Dokter spesialis gizi klinik, dr. Pande Putu Agus Mahendra, mengungkapkan bahwa ketiga kelompok tersebut sangat berisiko mengalami penurunan kondisi fisik akibat paparan cuaca panas ekstrem di Tanah Suci.
"Ada tiga kelompok jemaah yang paling rentan, yaitu mereka dengan riwayat penyakit metabolik, lansia, serta jemaah yang memiliki riwayat gangguan saluran cerna," kata dr. Pande, dikutip dari Antara, Rabu (13/5/2026).
Ia menjelaskan, kelompok-kelompok tersebut memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap perubahan suhu udara dan kekurangan cairan. Jika terjadi dehidrasi, kondisi ini dapat memicu peningkatan beban kerja jantung serta memperberat fungsi ginjal, terutama bagi jemaah yang memiliki penyakit komorbid (penyerta).
Beberapa gejala awal dehidrasi yang perlu diwaspadai antara lain:
- Tubuh terasa lemas atau lemah
- Nyeri kepala dan pusing (limbung)
- Pandangan kabur atau buram
- Rasa mual
Tips Menjaga Hidrasi di Tengah Cuaca Ekstrem
Untuk mengantisipasi memburuknya kondisi kesehatan akibat perubahan iklim dan [berita lingkungan] makro yang memicu suhu tinggi, dr. Pande menyarankan strategi pemenuhan cairan yang tepat.
"Jemaah lansia sebaiknya tidak menunggu rasa haus untuk mulai minum. Pada kondisi dehidrasi kronis, sensasi haus dalam tubuh justru bisa menurun. Usahakan untuk mengonsumsi cairan dalam jumlah sedikit tetapi dilakukan secara bertahap," jelasnya.
Selain rutin mengonsumsi air mineral, jemaah juga disarankan untuk mengonsumsi buah-buahan dengan kandungan air yang tinggi serta memilih menu makanan yang berkuah selama berada di Arab Saudi.
Imbauan Resmi Kementerian Haji dan Umrah
Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Arab Saudi melalui media sosial resminya juga telah mengingatkan jemaah haji untuk mengantisipasi cuaca panas ekstrem selama seluruh rangkaian ibadah berlangsung.
Kemenhaj mengimbau setiap jemaah untuk melakukan langkah preventif berikut:
- Rutin minum air mineral tanpa harus menunggu rasa haus datang.
- Menggunakan payung atau pelindung kepala berwarna terang saat beraktivitas di luar ruangan.
- Beristirahat secara berkala di tempat yang teduh untuk mencegah kelelahan akut (heat exhaustion) akibat paparan suhu tinggi.
Informasi lain terkait lingkungan bisa kunjungi dlh-hulusungaiutara.aisyiyahduri.sch.id untuk meningkatkan pemahaman Anda.
Related Posts
- Balinale 2026 Siap Digelar, Hadirkan Enam Film Unggulan dari Hong Kong yang Jadi Sorotan
- Jadwal Bioskop Trans TV 25-31 Mei 2026: Ada Spesial Iduladha The Message hingga Edge of Tomorrow
- Diduga Distorsi Sejarah, Petisi Boikot Drakor Perfect Crown yang Dibintangi IU dan Byeon Woo Seok Tembus Puluhan Ribu
- Soroti Pelarangan Film Pesta Babi, Amnesty International Indonesia Sebut Bentuk Pembungkaman Kritik Papua
- Rekomendasi Drakor dengan Karakter Cowok Green Flag yang Sukses Sembuhkan Trauma









