Gaya Hidup

Waspada! Gigi Berlubang pada Anak Bisa Picu Kerusakan Jantung

Kaltim Today
14 Mei 2026 08:10
Waspada! Gigi Berlubang pada Anak Bisa Picu Kerusakan Jantung
Gigi berlubang pada anak bisa menimbulkan bahaya sakit jantung jika dibiarkan terus menerus. (Ilustrasi/Freepik)

Kaltimtoday.co - Masalah kesehatan pada anak sering kali bermula dari hal yang dianggap remeh, salah satunya gigi berlubang. Padahal, lubang kecil pada gigi bisa menjadi pintu masuk kuman yang mengancam organ vital, termasuk jantung.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Yovi Kurniawati, memperingatkan bahwa kuman dari gigi berlubang dapat masuk ke dalam tubuh melalui aliran darah. Kondisi ini jika dibiarkan dapat memicu infeksi serius pada lapisan jantung.

"Kuman tersebut bisa menempel pada bagian jantung dan membentuk vegetasi, yaitu kumpulan mikroba, fibrin, dan trombosit," ujar dr. Yovi dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).

Bahaya Vegetasi dan Kebocoran Katup Jantung

Vegetasi yang terbentuk akibat kuman gigi akan terus berkembang jika tidak segera ditangani. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat merusak katup jantung hingga menyebabkan kebocoran berat, atau secara medis dikenal sebagai infektif endokarditis.

Bagi anak-anak, terutama yang memiliki riwayat penyakit jantung bawaan, kondisi ini sangat berbahaya. Penanganannya pun tidak instan; pasien biasanya harus menjalani terapi antibiotik intensif selama minimal empat hingga enam minggu di bawah pengawasan ketat tim dokter.

Gejala yang Harus Diwaspadai Orang Tua

Lantas, bagaimana orang tua bisa mendeteksi jika infeksi gigi sudah mulai menyerang jantung buah hati? Berikut adalah beberapa gejala yang patut diwaspadai:

  • Demam tinggi yang tidak kunjung turun meski sudah diberi obat.
  • Sesak napas saat beraktivitas maupun istirahat.
  • Tubuh lesu (lethargic) dan terlihat sangat lemas tanpa sebab yang jelas.

Jika gejala ini muncul, dr. Yovi menekankan pentingnya kolaborasi antara dokter jantung dan ahli THT untuk penanganan lebih lanjut.

Data Mengkhawatirkan di Tahun 2026

Berdasarkan data terbaru Kementerian Kesehatan, tantangan kesehatan gigi anak di Indonesia masih cukup besar. Dari 4,8 juta anak sekolah yang diperiksa sepanjang Januari hingga Mei 2026, sekitar 1,1 juta anak ditemukan memiliki masalah gigi berlubang.

Pencegahan adalah kunci utama. Orang tua diimbau untuk rutin memeriksakan kesehatan mulut anak ke dokter gigi setidaknya enam bulan sekali. "Sebelum terjadi infeksi, kita sudah harus kontrol. Jika ada gigi yang bolong, segera rawat sebelum kuman melangkah ke organ vital," pungkas dr. Yovi.

Jangan tunggu anak mengeluh sakit. Segera tambal atau rawat gigi yang berlubang demi melindungi kesehatan jantung mereka di masa depan.

Informasi lain terkait lingkungan bisa kunjungi dlhbalangan.aisyiyahduri.sch.id untuk meningkatkan pemahaman Anda. 



Berita Lainnya