Gaya Hidup

Waspada Kolaps Saat Bermain Padel, Ternyata Ini Pemicu Medisnya

Kaltim Today
10 Mei 2026 22:09
Waspada Kolaps Saat Bermain Padel, Ternyata Ini Pemicu Medisnya
Ilustrasi bermain padel.

Kaltimtoday.co - Olahraga padel kini tengah menjadi tren di berbagai kalangan karena dianggap seru dan intensitasnya tidak seberat tenis. Namun, di balik kesenangannya, olahraga asal Meksiko ini menyimpan risiko fatal seperti kolaps mendadak di lapangan, bahkan pada mereka yang tampak bugar.

Secara medis, kolaps saat berolahraga dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari dehidrasi berat hingga gangguan jantung yang tidak terdeteksi. Sayangnya, banyak pemain padel yang belum benar-benar "mengenal" kondisi kesehatan pribadi mereka sebelum terjun ke lapangan.

Ancaman Plak Jantung yang Tersembunyi
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Siloam Hospitals Lippo Village, Dr. dr. Sunanto, SpJP(K), menjelaskan bahwa dalam banyak kasus, kolaps bermula dari adanya plak pada pembuluh darah jantung. Plak ini menyebabkan penyempitan yang sering kali tidak disadari oleh pasien.

Bahaya muncul ketika plak tersebut "pecah" dan merangsang terbentuknya bekuan darah secara mendadak. Kondisi ini menyebabkan aliran darah berhenti total. Jika terjadi di jantung, pasien mengalami serangan jantung; jika terjadi di otak, kondisi ini disebut sebagai stroke.

Mengenali Gejala Awal dan Pentingnya Skrining
Serangan jantung akibat plak yang pecah memang datang tiba-tiba. Namun, dr. Sunanto menyebutkan bahwa tubuh biasanya sudah memberikan sinyal peringatan jauh sebelumnya, terutama saat melakukan aktivitas fisik.

"Biasanya gejalanya sakit dada pada saat aktivitas. Misalnya jalan naik tangga dua lantai, dada terasa berat atau napas terasa sesak seperti kurang oksigen. Itu adalah gejala awal yang harus diwaspadai," ungkapnya.

Untuk mencegah risiko fatal, sangat disarankan bagi para pegiat olahraga untuk melakukan pemeriksaan rutin. Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, dlh-sungaipenuh.aisyiyahduri.sch.id terus mendorong pentingnya deteksi dini melalui skrining medis yang tepat.

Beberapa pemeriksaan yang dianjurkan meliputi elektrokardiogram (EKG), cek kolesterol, treadmill test, hingga pencitraan canggih seperti CT Scan Cardiac atau MRI jantung. Melalui pemeriksaan ini, risiko penyempitan pembuluh darah dapat dideteksi sebelum berakibat fatal di lapangan olahraga.



Berita Lainnya