Advertorial
Ahmad Yani Reses di Desa Purwajaya, Jalan Tembus dan Dampak Pertambangan Jadi Aspirasi Warga
Kaltimtoday.co, Tenggarong - Pembangunan infrastruktur jalan menjadi isu krusial yang disuarakan warga Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara. Hingga saat ini, akses antar desa di wilayah tersebut masih mengandalkan jalan utama Soekarno-Hatta.
Jalur ini mengharuskan warga memutar jauh dari Kilometer (KM) 10 menuju KM 5 untuk mencapai pusat Desa Purwajaya. Aspirasi ini mencuat saat Anggota DPRD Kukar, Ahmad Yani, melakukan reses di daerah pemilihan (Dapil) V beberapa waktu lalu.
Warga menyampaikan perlunya pembangunan jalan tembus yang dapat memangkas jarak tempuh hingga hanya 1 kilometer ke pusat desa. Menurut Ahmad Yani, penyediaan akses jalan ini sangat penting demi meningkatkan mobilitas dan perekonomian masyarakat setempat.
“Pembangunan jalan ini perlu segera disikapi karena sampai saat ini belum ada langkah konkret untuk merealisasikannya,” ungkapnya.
Selain jalan, warga juga mengeluhkan minimnya fasilitas umum, termasuk masjid dan infrastruktur penunjang lainnya. Ahmad Yani menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu lebih memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat di Desa Purwajaya untuk menunjang kesejahteraan mereka.
Tidak hanya persoalan infrastruktur, dampak dari aktivitas pertambangan di sekitar permukiman juga menjadi perhatian utama. Warga mengaku kegiatan penambangan tersebut mengganggu kenyamanan mereka dan dikhawatirkan berdampak buruk terhadap lingkungan serta kesehatan.
Ahmad Yani menyatakan, pihaknya akan membawa semua aspirasi ini ke rapat DPRD untuk ditindaklanjuti. Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan kajian dan mengambil langkah nyata untuk menyelesaikan masalah ini.
“Kita akan terus mengawal aspirasi masyarakat hingga ada solusi yang konkret,” tutupnya.
[RWT | ADV DPRD KUKAR]
Simak berita dan artikel Kaltim Today lainnya di Google News, dan ikuti terus berita terhangat kami via Whatsapp
Related Posts
- Perusahaan Tak Patuhi UMSK, DPRD Kukar Minta Pemkab Evaluasi
- Guru Ngaji di Kukar Diduga Lecehkan Murid, DPRD Dorong Perlindungan Maksimal Korban
- Bayi 6 Bulan Meninggal Dunia, Ketua DPRD Kukar Desak Investigasi Puskesmas Batuah
- DPRD Kukar Beri Ultimatum Perusahaan Migas Soal Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan
- Diduga Langgar Aturan Ketenagakerjaan, Perusahaan Outsourcing Diadukan FSPMI ke DPRD Kukar









