Daerah
DP2KB Kukar Buka Peluang Kolaborasi dengan Unikarta untuk Edukasi Kesehatan Reproduksi bagi Mahasiswa
Kaltimtoday.co, Tenggarong - Edukasi mengenai perencanaan keluarga dan kesehatan reproduksi dinilai perlu diperluas hingga ke lingkungan perguruan tinggi. Usulan tersebut mengemuka dalam Forum Komunikasi Publik yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (21/7/2026).
Masukan itu disampaikan perwakilan Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), yang mendorong DP2KB Kukar menghadirkan edukasi secara langsung kepada mahasiswa.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris DP2KB Kukar, Sri Lindawati mengatakan, pihaknya selama ini telah menjalankan penyebarluasan edukasi melalui Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), termasuk kepada mahasiswa yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN).
“Kaitannya dengan penyebarluasan edukasi kepada teman-teman KKN, itu sudah dilakukan oleh teman-teman kita yang ada di lapangan melalui PKB dan PLKB sebagai perpanjangan tangan OPD di lapangan. Mereka juga sudah bersinergi," katanya.
Selain itu, DP2KB Kukar sebelumnya juga telah melaksanakan program Harmoni Generasi Go To Campus yang menyasar kalangan remaja dan mahasiswa. Namun, dalam forum tersebut muncul usulan agar konsep Toko Kencana Go To Campus turut dikembangkan.
Menurutnya, usulan tersebut akan menjadi bahan kajian untuk memperluas jangkauan edukasi kepada mahasiswa apabila memang dibutuhkan.
"Sarannya tadi adalah Toko Kencana Go To Campus. Itu akan kita tinjau untuk bisa melakukan percepatan apabila memang hal tersebut dibutuhkan, sehingga edukasinya bisa diperluas dan lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui teman-teman mahasiswa," ucap Sri Lindawati.
Ia juga membuka peluang adanya komunikasi lanjutan dengan Unikarta apabila program tersebut akan direalisasikan. Meski demikian, materi yang diberikan nantinya harus disesuaikan dengan karakteristik sasaran di lingkungan kampus.
"Terutama untuk yang Go To Campus, itu harus disesuaikan dengan temanya, karena temanya adalah persiapan perencanaan rumah tangga dan kesehatan reproduksi remaja. Fokusnya memang lebih ke sana," imbuhnya.
Sementara itu, untuk program Toko Kencana, ia menilai cakupan materinya cukup luas sehingga perlu disesuaikan agar lebih spesifik bagi mahasiswa.
"Kalau Toko Kencana, cakupannya luas sekali. Nah, itu yang harus kita tinjau agar materinya bisa lebih spesifik sesuai dengan konsumen atau sasaran kita yang ada di kampus," pungkasnya.
[RWT]
Related Posts
- Mahasiswa Unikarta Minta Beasiswa Kukar Idaman Tak Dipangkas Meski APBD 2026 Turun
- Efisiensi Dipertanyakan, Mahasiswa Unikarta Nilai Pilkada Lewat DPRD Tak Jamin Hemat Biaya
- Rencana Buka Prodi Baru Tak Mudah, Unikarta Terkendala SDM dan Infrastruktur
- Pemkab Terima Audiensi Mahasiswa Unikarta, Beasiswa Kukar Tahap Kedua Dianggarkan Rp 16 Miliar
- Bupati Kukar Pesan Mahasiswa Baru Unikarta Aktif di Masyarakat









