Nasional

Fakta Hilangnya Rombongan Jurnalis di Selat Sunda: TNI AL Terjunkan 3 KRI, Cuaca Ekstrem Jadi Kendala

Network — Kaltim Today 10 September 2026 19:50
Fakta Hilangnya Rombongan Jurnalis di Selat Sunda: TNI AL Terjunkan 3 KRI, Cuaca Ekstrem Jadi Kendala
Lima orang jurnalis yang hilang saat akan meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. (Istimewa)

Kaltimtoday.co - Operasi SAR gabungan untuk melacak lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau resmi diperluas hingga ke wilayah perairan Lampung. Rombongan tersebut sebelumnya dilaporkan hilang saat menumpangi kapal cepat (speedboat) dalam perjalanan liputan menuju kawasan Selat Sunda.

Berikut rangkuman fakta penting terkait insiden dan operasi pencarian korban:

1. Kronologi Hilang Kontak dan Identitas Korban

Rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026) pukul 14.00 WIB. Titik koordinat terakhir sempat dikirimkan salah satu jurnalis pada pukul 14.42 WIB, sebelum seluruh komunikasi terputus total pada pukul 15.04 WIB. Korban jurnalis teridentifikasi atas nama M. Bagus Khoirunnas (LKBN Antara), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firdaus Wajidi (Anadolu Agency), serta Donal Husni (jurnalis lepas), ditambah tiga awak kapal.

2. Perluasan Sektor Pencarian ke Lampung

Mempertimbangkan arah arus laut Selat Sunda yang kuat, Polda Lampung bersama Basarnas memperlebar perimeter penyisiran hingga ke perairan yurisdiksi Lampung. Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari menyebut langkah ini diambil guna mengantisipasi kemungkinan kapal hanyut ke arah barat laut.

3. Pengerahan 3 Kapal Perang TNI AL

Mengutip kebutuhan operasi maritim skala besar, TNI Angkatan Laut mengerahkan tiga kapal perang andalan, yakni KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, dan KRI Lepu-861. Armada pendukung seperti KAL Anyer I.3-64, KAL Siaga, serta RHIB Peucang turut disiagakan dengan total kekuatan mencapai 250 personel gabungan.

4. Tantangan Cuaca dan Zona Erupsi

Tim SAR menghadapi medan berat dengan ketinggian gelombang laut mencapai 1 hingga 2 meter yang kerap menguat menjelang sore hari. Selain dinamika gelombang dan angin kencang, tim wajib mematuhi batas radius aman mitigasi mengingat aktivitas letusan material vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung intensif.

5. Patroli Udara Bersyarat

Selain penyisiran armada laut, Polda Lampung dan tim SAR menyiagakan helikopter untuk pemantauan udara dengan radius sapuan yang lebih luas. Operasi patroli udara akan langsung diluncurkan begitu jarak pandang dan ketebalan tutupan awan di atas Selat Sunda memenuhi standar keselamatan penerbangan. 

[RWT] 



Berita Lainnya