Daerah
Angkat Tema Raja Menjamu Rakyatnya, Festival Erau Adat Kutai 2026 Digelar September
Kaltimtoday.co, Tenggarong - Kurang dari dua bulan menjelang pembukaan, Festival Erau Adat Kutai 2026 terus dimatangkan.
Mengusung tema "Raja Menjamu Rakyatnya", perhelatan budaya terbesar di Kutai Kartanegara (Kukar) itu dipastikan tetap digelar pada September mendatang dengan tetap menjaga seluruh pakem adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah mengatakan, pemerintah daerah bersama Kesultanan telah menggelar dua kali rapat koordinasi sebagai bagian dari pemantapan penyelenggaraan Erau tahun ini.
Menurutnya, pembagian tugas antara pemerintah dan Kesultanan tetap dilakukan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.
"Nantinya kepanitiaan secara seremonial dimotori oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sedangkan rangkaian yang bersifat sakral menjadi tanggung jawab Kesultanan," kata Heriansyah, Jumat (31/7/2026).
Peluncuran resmi Festival Erau Adat Kutai 2026 dijadwalkan berlangsung pada awal Agustus. Pada momentum tersebut, tema "Raja Menjamu Rakyatnya" yang ditetapkan langsung oleh Sultan Kutai juga akan diperkenalkan kepada masyarakat.
Festival Erau tahun ini akan dipusatkan di tiga lokasi utama, yakni Stadion Rondong Demang beserta area parkirnya, kawasan Keraton dan Museum Mulawarman, serta Kedaton Kutai.
Pemusatan lokasi tersebut dinilai akan mempermudah pelaksanaan kegiatan tanpa menghilangkan nilai sejarah yang melekat pada kawasan Kesultanan.
Erau bukan sekadar agenda tahunan, melainkan tradisi turun-temurun yang menjadi identitas masyarakat Kutai dan harus terus dijaga keberlangsungannya.
"Insya Allah kegiatan ini tetap kita laksanakan karena merupakan tradisi turun-temurun warisan nenek moyang yang harus terus dijaga sebagai identitas kita," imbuh Heriansyah.
Ia menambahkan, keberadaan Erau memiliki arti penting bagi Kutai Kartanegara sebagai kerajaan tertua di Indonesia. Karena itu, pelestarian tradisi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya agar tidak tergerus zaman.
"Sebagai kerajaan tertua di Indonesia, kalau tradisi ini tidak dilaksanakan, lama-kelamaan identitas tersebut bisa hilang," tambahnya.
Meski tahun ini pemerintah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran, pelaksanaan Festival Erau dipastikan tetap berjalan melalui sinergi antara Pemkab Kukar, Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, dan berbagai pemangku kepentingan.
Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Kukar mengalokasikan dana hibah sekitar Rp15 miliar kepada Kesultanan. Anggaran tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi penyelenggaraan Erau, tetapi juga mendukung operasional Kesultanan dan pemeliharaan Kedaton.
"Hibah tahun ini kepada Kesultanan bukan hanya untuk pelaksanaan Erau, tetapi juga mencakup operasional Kesultanan serta pemeliharaan Kedaton," jelas Heriansyah.
Ia menjelaskan, mekanisme pendanaan tahun ini mengalami perubahan. Jika sebelumnya anggaran kegiatan Disdikbud dan hibah Kesultanan dikelola secara terpisah, kini seluruh dukungan disalurkan melalui skema hibah kepada Kesultanan sebagai penyesuaian terhadap kebijakan efisiensi.
Di sisi lain, Festival Erau Adat Kutai 2026 juga kembali masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN), sehingga gaung promosi dan penyelenggaraannya semakin luas di tingkat nasional.
"Tahun ini Erau telah masuk dalam Karisma Event Nusantara. Artinya, cakupannya sudah berskala nasional," ujarnya.
Untuk memperkuat dukungan pemerintah pusat, Disdikbud bersama Kesultanan juga berencana melakukan audiensi dengan Menteri Kebudayaan dan Menteri Pariwisata.
Meski terus berkembang sebagai agenda wisata nasional, Heriansyah memastikan seluruh prosesi adat yang menjadi pakem Kesultanan tidak akan mengalami perubahan.
"Yang bersifat sakral dan sudah menjadi pakem tetap tidak boleh diubah. Nilai-nilai itu harus terus kita pertahankan," pungkasnya.
[RWT]
Related Posts
- Daftar Bansos Cair Agustus 2026: Cek Nama Penerima, Syarat, dan Besaran Nominalnya
- Sidang Korupsi Tambang PT JMB Grup Dimulai, Dua Terdakwa Ajukan Eksepsi Daluwarsa
- Putusan MK Bikin Kuota Tak Hangus Langsung Berlaku, Penerapan Teknis Masih Dikaji
- Puluhan Pejabat Pemkab Kukar Resmi Dilantik, Bupati Tekankan Peningkatan Kinerja
- Kaltim di Persimpangan Fiskal: Saat Janji Politik Harus Tunduk pada Disiplin Anggaran









