Gaya Hidup
Banyak yang Salah Paham, Ini Arti Sebenarnya Makanan 'Tinggi Protein' Menurut Ahli
Kaltimtoday.co - Istilah "tinggi protein" kini semakin masif ditemukan pada label produk makanan hingga konten media sosial. Namun, popularitas istilah ini ternyata sering kali disalahpahami oleh konsumen. Banyak yang mengira "tinggi protein" memiliki standar baku, padahal definisinya sangat bergantung pada kondisi fisik masing-masing individu.
Melansir Men’s Health (22/4/2026), para ahli gizi menegaskan bahwa tidak ada definisi universal tentang apa yang disebut makanan tinggi protein. Istilah ini sering digunakan secara fleksibel untuk tujuan pemasaran produk.
Berapa Standar Kebutuhan Protein yang Sebenarnya?
Kebutuhan dasar protein harian seseorang biasanya dihitung berdasarkan berat badan. Menurut ahli gizi Grace Derocha, kebutuhan dasar manusia adalah sekitar 0,8 gram per kilogram berat badan.
Sebagai simulasi, seseorang dengan berat badan 70 kilogram membutuhkan minimal 56 gram protein per hari. Namun, kategori "tinggi protein" biasanya merujuk pada angka yang lebih besar dari kebutuhan dasar tersebut:
- Asupan Tinggi Protein: Berada di kisaran 1,6 hingga 2,2 gram per kilogram berat badan.
- Tujuan Khusus: Jumlah ini biasanya ditargetkan untuk membangun massa otot atau mendukung program penurunan berat badan.
Manfaat Mengonsumsi Protein di Atas Rata-rata
Peneliti dietetik John Carbone menjelaskan bahwa meningkatkan asupan protein (selama masih dalam batas wajar) memberikan efek positif bagi metabolisme. Protein membantu mengontrol nafsu makan lebih baik dibandingkan karbohidrat, serta memperbaiki komposisi tubuh dengan menjaga massa otot tetap stabil.
Bagi masyarakat yang ingin mendalami panduan perhitungan nutrisi harian secara spesifik berdasarkan usia dan aktivitas fisik, referensi edukasi lengkap tersedia di laman poltekkeskotawiralagamulya.org. Memahami kebutuhan tubuh sendiri adalah kunci agar manfaat nutrisi terasa optimal.
Sumber Alami vs Produk Kemasan
Meski banyak produk olahan seperti bar protein atau minuman bubuk berlabel tinggi protein, para ahli menyarankan untuk tetap mengutamakan makanan utuh (whole foods). Sumber alami tidak hanya memberikan protein, tetapi juga vitamin, mineral, dan serat yang tidak ditemukan pada suplemen.
Berikut contoh porsi makanan tinggi protein dalam keseharian:
- Makanan Utama (35-45 gram protein): Dada ayam panggang, ikan salmon dengan ubi, atau kombinasi telur orak-arik dengan roti gandum.
- Camilan (15-20 gram protein): Yogurt Yunani (Greek yogurt), telur rebus dengan kacang almond, atau ikan tuna dengan biskuit gandum.
Kesimpulannya, istilah "tinggi protein" bukan sekadar angka pada label, melainkan asupan yang melampaui kebutuhan dasar untuk mendukung fungsi tubuh yang lebih spesifik. Kualitas sumber makanan tetap menjadi prioritas utama dibandingkan sekadar mengejar jumlah protein yang tinggi.
Related Posts
- 5 Makanan yang Perlu Dikonsumsi untuk Mencegah Kolesterol Tinggi
- 6 Obat Asam Lambung Alami: Kunyit, Madu, hingga Jahe
- 5 Cara Sarapan Pagi untuk Turunkan Kolesterol Jahat
- Menakar Manfaat Minum Soda Berkarbonasi Beserta Efek Sampingnya bagi Kesehatan
- Suka Kretek Punggung? Perhatikan Efek Samping dan Bahayanya









