Gaya Hidup

Dikira Masuk Angin Biasa? Awas, Bisa Jadi Itu Serangan Jantung

Kaltim Today
20 Mei 2026 16:22
Dikira Masuk Angin Biasa? Awas, Bisa Jadi Itu Serangan Jantung
Ilustrasi serangan jantung. (Freepik)

Kaltimtoday.co - Gejala serangan jantung kerap kali disalahartikan sebagai masuk angin biasa. Padahal dalam dunia medis,istilah masuk angin sama sekali tidak dikenal.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), masuk angin merujuk pada kondisi meriang, yaitu tubuh terasa tidak enak badan akibat kurang sehat atau agak demam. Kesalahan diagnosis mandiri ini sangat membahayakan nyawa, karena menunda penanganan medis darurat yang dibutuhkan oleh pasien serangan jantung. Oleh karena itu, penting untuk memahami perbedaan klinis antara keduanya.

Perbedaan Gejala Serangan Jantung dan Masuk Angin

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Melisa Aziz, Sp.JP, mengungkapkan bahwa keluhan masuk angin pada umumnya tidak disertai nyeri dada yang intens.

"Memang mayoritas masyarakat Indonesia refleks berpikirnya langsung ke arah masuk angin jika badan terasa tidak enak," ujar dr. Melisa.

Sebaliknya, gejala paling klasik dari serangan jantung adalah nyeri dada. Rasa nyeri ini biasanya terasa sangat berat,seperti ditekan, diremas, atau ditindih benda berat di bagian tengah dada.

Namun, dr. Melisa mengingatkan bahwa pada beberapa kasus, nyeri tidak muncul di dada melainkan di ulu hati atau perut bagian tengah. Kondisi ini sering kali mengecoh karena sangat mirip dengan gejala maag atau gangguan pencernaan.

Selain nyeri dada, berikut adalah variasi gejala serangan jantung lainnya yang wajib diwaspadai:

  • Sesak Napas Akut: Napas mendadak terasa sangat pendek dan berat secara tiba-tiba tanpa adanya riwayat asma.
    Jantung Berdebar (Palpitasi): Dada terasa berdebar kencang secara mendadak, mirip dengan sensasi fisik sehabis melakukan lari cepat.
  • Keringat Dingin Berlebih (Diaforesis): Tubuh mengeluarkan keringat dingin dalam jumlah sangat banyak dan deras, menyerupai kondisi setelah berolahraga berat.
  • Mual dan Muntah: Keluhan pencernaan yang muncul tiba-tiba, tidak berhubungan dengan makanan yang dikonsumsi, dan disertai rasa lemas.

"Jika memiliki faktor risiko medis seperti diabetes, hipertensi, merokok, ditambah usia yang sudah lanjut, pasien harus segera dibawa ke rumah sakit untuk memastikan apakah itu serangan jantung atau bukan. Jangan menunda waktu," tegas dr. Melisa.

Senada dengan hal tersebut, Dr. dr. Muhammad Yamin, Sp.JP(K), memaparkan gejala khas serangan jantung yang sering ditemui pada 90% kasus klinis.

"Gejala serangan jantung yang klasik itu berupa nyeri dada di bagian tengah yang menjalar hingga ke leher atau lengan kiri. Nyeri ini biasanya dipicu oleh aktivitas fisik, olahraga berat, atau tekanan emosi yang tinggi," jelas dr. Yamin.

Memahami Gejala "Masuk Angin" dari Sisi Medis

Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, jika merujuk pada keluhan yang kerap diistilahkan masyarakat sebagai masuk angin, kondisi tersebut sebenarnya merupakan kumpulan gejala yang mengarah pada flu atau influenzaakibat infeksi virus maupun bakteri.

Faktor perubahan cuaca musiman serta buruknya polusi udara yang kerap diulas dalam [berita lingkungan] perkotaan terbukti mempermudah transmisi virus influenza ini di ruang publik. Saat daya tahan tubuh seseorang menurun, virus tersebut dengan mudah menginfeksi saluran pernapasan.

Secara klinis, pengidap "masuk angin" atau influenza ini akan merasakan tanda-tanda berikut:

  • Malaise: Kondisi tubuh yang tidak enak badan secara menyeluruh, ditandai dengan lesu, lemas, dan cepat lelah.
  • Arthralgia & Myalgia: Rasa linu pada persendian tubuh disertai nyeri otot di seluruh bagian badan.
  • Demam dan Menggigil: Respons imun adaptif tubuh dalam melawan infeksi virus yang masuk ke dalam sirkulasi peredaran darah.

Pada dasarnya, influenza bersifat self-limiting disease, yang berarti penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya seiring membaiknya sistem kekebalan tubuh pasien. Namun, jika keluhan fisik yang Anda rasakan mencakup nyeri dada yang menjalar atau sesak napas yang datang tiba-tiba, singkirkan asumsi masuk angin dan segera hubungi layanan instalasi gawat darurat.

Informasi lain terkait lingkungan bisa kunjungi dlh-baritoselatan.aisyiyahduri.sch.id untuk meningkatkan pemahaman Anda.



Berita Lainnya