Nasional

Dino Patti Djalal Ingatkan Risiko Indonesia Gabung Board of Peace, Prabowo Diminta Waspada

Network — Kaltim Today 05 Februari 2026 10:39
Dino Patti Djalal Ingatkan Risiko Indonesia Gabung Board of Peace, Prabowo Diminta Waspada
Dino Patti Djalal. (Dok. Universitas Katolik parahyangan)

Kaltimtoday.co - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal menilai keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace menjadi opsi paling realistis saat ini untuk mendorong gencatan senjata serta membuka jalan menuju perdamaian di Gaza, Palestina. Meski demikian, langkah tersebut dinilai tetap mengandung risiko politik dan diplomatik yang tidak kecil.

Hal tersebut disampaikan Dino usai melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Menurut Dino, saat ini belum terdapat alternatif lain yang lebih konkret selain mekanisme *Board of Peace* yang digagas sebagai forum internasional untuk membantu menghentikan konflik di Gaza.

“Untuk saat ini, opsi yang tersedia memang hanya Board of Peace sebagai bagian dari upaya mencari solusi perdamaian,” ujarnya. 

Risiko Pengaruh Israel terhadap Kebijakan AS

Namun demikian, Dino mengingatkan bahwa Indonesia perlu mencermati risiko geopolitik yang mungkin muncul jika bergabung dalam forum tersebut, terutama terkait besarnya pengaruh Israel terhadap kebijakan Amerika Serikat, yang menjadi aktor utama dalam pembentukan dewan tersebut.

Ia menilai faktor tersebut bisa memengaruhi arah kebijakan dan keputusan yang dihasilkan dalam forum perdamaian tersebut.

Meski begitu, Dino melihat Presiden Prabowo memahami konsekuensi tersebut dan tetap memandang keterlibatan Indonesia penting sebagai bagian dari kekuatan penyeimbang bersama negara-negara mayoritas muslim.

Peran Negara Muslim Jadi Kekuatan Penyeimbang

Menurut Dino, posisi Indonesia akan lebih kuat jika bergerak bersama negara-negara Islam lain seperti Arab Saudi, Turki, Mesir, dan Yordania dalam memperjuangkan kepentingan rakyat Palestina.

Koalisi negara-negara tersebut diharapkan mampu menciptakan keseimbangan dalam proses negosiasi dan kebijakan yang diambil di tingkat internasional.

Ia juga menilai Presiden Prabowo bersikap realistis dengan memahami bahwa setiap keputusan diplomasi memiliki konsekuensi, namun tetap perlu diupayakan demi solusi damai.

Indonesia Siap Keluar Jika Bertentangan dengan Kepentingan Nasional

Dino menambahkan, Presiden Prabowo juga menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam mengikuti perkembangan Board of Peace ke depan.

Presiden, kata Dino, menekankan Indonesia tidak akan ragu menarik diri apabila langkah-langkah yang diambil forum tersebut bertentangan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia maupun kepentingan nasional.

[RWT] 



Berita Lainnya