Ekonomi dan Bisnis
Dorong Hilirisasi dan Energi, MIF 2026 Gaet Potensi Investasi Rp 32,7 Triliun di Kaltim
SAMARINDA, Kaltimtoday.co - Mahakam Investment Forum (MIF) 2026 menghasilkan empat nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di sektor hilirisasi dan energi dengan potensi nilai investasi mencapai Rp 32,7 triliun.
Kerja sama tersebut mencakup pembangunan pabrik gasifikasi batu bara serta pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dan dua Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Jajang Hermawan, mengatakan kerja sama tersebut menjadi salah satu langkah untuk mendorong hilirisasi sumber daya alam sekaligus memperkuat pasokan energi bagi pengembangan industri di Kaltim.
"Penandatanganan ini menjadi langkah konkret untuk mendorong hilirisasi sumber daya alam dan memperkuat penyediaan energi bagi pertumbuhan industri di Kaltim," kata Jajang.
MIF 2026 diselenggarakan pada 20–22 Oktober 2026 oleh Kantor Perwakilan BI Kaltim bersama Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Regional Investor Relations Unit (RIRU), bersinergi dengan Otorita Ibu Kota Nusantara.
Forum tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan calon investor untuk menjajaki peluang investasi serta memperluas kerja sama di berbagai sektor ekonomi potensial.
Selain penandatanganan empat MoU, MIF 2026 mencatat 51 sesi pertemuan bisnis one-on-one yang mempertemukan calon investor dengan 11 pemilik proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO).
Dari rangkaian pertemuan tersebut, tercatat 30 surat pernyataan minat atau Letter of Intent (LoI).
Kawasan Industri Kaltim atau Kaltim Industrial Estate (KIE) menjadi salah satu proyek yang paling banyak memperoleh LoI.
Penjajakan tersebut membuka peluang tindak lanjut kerja sama antara calon investor dan pemilik proyek di sektor-sektor prioritas Kaltim.
Jajang menyampaikan, peluang investasi di Kaltim didukung oleh ketersediaan sumber daya alam serta berkembangnya aktivitas ekonomi seiring pembangunan IKN.
"Kondisi ini membuka ruang bagi pengembangan industri pengolahan dan hilirisasi, perdagangan, logistik, akomodasi,serta jasa pendukung," jelas Jajang.
Dari sisi ekonomi, Kaltim mencatat pertumbuhan sebesar 3,35 persen secara tahunan (year-on-year) pada triwulan II 2026.
Perekonomian Kaltim juga berkontribusi sebesar 46,70 persen terhadap perekonomian regional Kalimantan.
Selain sektor industri dan energi, potensi pariwisata turut menjadi perhatian dalam upaya memperluas sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Kepulauan Derawan dan Maratua dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi unggulan.
BI Kaltim berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, Otorita IKN, dan mitra strategis untuk meningkatkan investasi serta memperluas jejaring kerja sama.
Upaya tersebut diharapkan mendukung transformasi ekonomi Kaltim yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
[TOS]
Related Posts
- Tren Karhutla Mulai Turun, BPBD Kaltim Sebut Kabut Asap Masih Ganggu Aktivitas Warga Kaltim
- Karhutla Berulang di Kalimantan, Koalisi PWYP Tagih Akuntabilitas Pemerintah dan Pemegang Izin
- Disnaker Tolak Pencatatan SPK Unmul, Serikat Pekerja Siapkan Sanggahan Ketiga hingga Rencana Hukum Lanjutan
- Polri Terjunkan 210 Personel Brimob dan Bareskrim Amankan Karhutla Kaltim-Kalteng
- Karhutla di Tol Balsam Meluas 3 Hektare, Asap Ganggu Jarak Pandang Pengendara









