Gaya Hidup

Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Simak Risiko Kesehatan dan Ancaman Logam Berat

Kaltim Today
25 April 2026 16:47
Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Simak Risiko Kesehatan dan Ancaman Logam Berat
Ilustrasi ikan sapu-sapu. (Pexels/Monamie Chakravarti)

Kaltimtoday.co - Populasi ikan sapu-sapu yang melonjak di perairan Jakarta mulai menarik perhatian serius dari pemerintah. Di balik perannya sebagai pembersih akuarium, muncul perdebatan mengenai layak atau tidaknya ikan invasif ini diolah menjadi bahan makanan.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyatakan akan menggelar rapat khusus melibatkan seluruh wali kota guna membahas penanganan ikan asal Amerika Selatan ini. Langkah tersebut diambil karena populasi yang tak terkendali mulai merusak ekosistem lokal.

"Ikan ini sangat kuat dan menjadi predator bagi ikan lokal. Mereka memakan telur ikan asli dan merusak tanggul-tanggul sungai karena di sanalah mereka membuat sarang," ujar Pramono di Jakarta Timur, Selasa (14/4/2026).

Secara teknis, ikan sapu-sapu memang bisa dikonsumsi. Namun, keamanan untuk memakannya sangat bergantung pada lingkungan tempat ikan tersebut hidup. Mengingat sifatnya yang adaptif di perairan kotor, risiko kontaminasi menjadi ancaman utama.

Pakar penyakit dalam Universitas Indonesia (UI), Profesor Dr. dr. Ari Fahrial Syam, memperingatkan bahaya mengonsumsi ikan dari perairan tercemar. Menurutnya, ikan sapu-sapu rentan membawa bakteri, kuman, hingga logam berat yang berbahaya bagi tubuh.

"Logam berat tidak bisa hilang hanya dengan proses pemasakan. Jika dikonsumsi, risikonya bisa muncul dalam jangka pendek maupun panjang," jelas Prof. Ari, Selasa (14/4/2026).

Gejala jangka pendek yang sering muncul adalah keracunan makanan, mual, dan muntah. Sementara itu, akumulasi zat berbahaya dalam jangka panjang dapat memicu kerusakan organ vital seperti ginjal dan hati.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai panduan sanitasi dan standar keamanan pangan, informasi lengkap tersedia di laman poltekkesbangkabelitung.org. Edukasi ini penting agar warga tidak sembarangan mengolah hasil tangkapan sungai.

Berikut adalah lima risiko utama mengonsumsi ikan sapu-sapu dari perairan tercemar:

  • Keracunan Makanan: Akumulasi zat berbahaya dapat memicu diare parah dan dehidrasi.
  • Reaksi Alergi: Paparan zat kimia dari limbah dapat memicu gatal-gatal hingga gangguan pernapasan.
  • Limbah Kimia & Pestisida: Ikan ini menyerap residu industri yang sulit dibersihkan dari dagingnya.
  • Infeksi Parasit: Risiko cacing atau parasit lain sangat tinggi jika pengolahan tidak matang sempurna.
  • Kontaminasi Logam Berat: Merkuri dan timbal yang masuk ke tubuh dapat merusak sistem saraf dan metabolisme.

Melihat banyaknya risiko kesehatan tersebut, para ahli menyarankan masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih sumber protein. Meski secara fisik dagingnya bisa dimakan, ikan sapu-sapu dari sungai perkotaan bukanlah pilihan makanan yang aman untuk dikonsumsi sehari-hari.

[TOS]



Berita Lainnya