Samarinda
Jelang 2 Bulan Dipasang, DLH Samarinda Jaring 10 Ton Sampah Sungai Karang Mumus
Kaltimtoday.co, Samarinda - Sudah bukan rahasia umum, jika di Samarinda terdapat banyak sungai, maupun anak sungai. Salah satu sungai yang tersohor adalah Sungai Karang Mumus (SKM) yang membelah Samarinda sepanjang 47 kilometer.
SKM sendiri selain sebagai salah satu jalur transportasi air, juga merupakan hajat hidup banyak warga Samarinda. Namun belakangan, kondisi SKM sangat menyedihkan.
“Dalam kurun waktu 2 bulan, sejak jaring dipasang ada 10 ton sampah yang tersangkut,” tegas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, Nurrahmani.
Angka tersebut belum termasuk jumlah sampah yang larut, dan tak sempat tersangkut dijaring-jaring yang dipasang DLH Samarinda.
View this post on Instagram
DLH Samarinda sendiri memasang jaring di beberapa jembatan yang ada di Samarinda, sebagai salah satu program penanganan sampah, sesuai dengan proogram prioritas 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota.
“Memang pak Wali (Andi Harun) salah satu programnya untuk memprioritaskan penanganan sampah. Kami diminta untuk memasang jaring di beberapa jembatan,” jelas perempuan yang akrab disapa Yama ini.
Sampah-sampah yang tersangkut di jaring tersebut, menurut Yama merupakan bukti bahwa sampai saat ini masih banyak masyarakat Samarinda yang membuang sampah mereka ke sungai.
Karena hal tersebutlah dia berharap, agar masyarakat bisa mengubah pola pikir mereka, dan berhenti membuang sampah ke sungai.
[KA | NON | ADV DLH SAMARINDA]
Related Posts
- 5 Langkah Sederhana Kelola Sampah Rumah Tangga Demi Lingkungan Hijau
- Bantah Isu Kas Daerah Menipis di Balik Pendataan Warga Non PDAM, DLH Samarinda Sebut Retribusi Sampah Sudah Ada Sejak 2006
- DLH Samarinda Klarifikasi Pekerja Insinerator Mundur Massal, Klaim Gaji Rp2,5 Juta Sebulan Masih Layak
- 20 Operator Insinerator Mengundurkan Diri, DLH Samarinda Kembali Buka Rekrutmen
- Warga Samarinda Diminta Simpan Sampah Selama 2 Hari Saat Lebaran, Ini Aturannya








