Daerah
Karhutla Meluas hingga Dekati Runway Bandara APT Pranoto Samarinda, BPBD Terjunkan Satgas Darat dan Water Bombing
Kaltimtoday.co, Samarinda - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kelurahan Sungai Bawang, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, selama tiga hari terakhir kian mengkhawatirkan. Kobaran api di lahan gambut tersebut dilaporkan terus meluas hingga mendekati area vital runway (landasan pacu) Bandara Internasional Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda.
Hingga Selasa (15/9/2026) pagi, tim satgas gabungan penanggulangan karhutla masih berjuang keras memadamkan titik api di lapangan. Kondisi lahan gambut yang kering dan hembusan angin kencang menjadi kendala utama, memicu bermunculannya titik api baru meskipun upaya pembasahan terus dilakukan.
Kepala Pelaksana BPBD Samarinda, Suwarso, mengonfirmasi bahwa eskalasi karhutla di Samarinda sepanjang tahun 2026 ini sangat tinggi. Berdasarkan data rekapitulasi, tercatat telah terjadi 178 kali insiden kebakaran dengan total akumulasi luas hutan dan lahan yang hangus mencapai 308 hektare.
"Khusus untuk lokasi di Sungai Bawang ini, luas lahan gambut yang terbakar sudah mencapai 5 hektare. Akses menuju titik api di tengah lahan sangat sulit dijkau, sehingga menuntut personel satgas darat bekerja lebih keras di lapangan," jelas Suwarso di Posko Karhutla Samarinda.
Guna melokalisasi dan memadamkan api, BPBD Samarinda mengoordinasikan operasi pemadaman terintegrasi lintas instansi. Kekuatan satgas darat didukung penuh oleh personel TNI-Polri, dinas pemadam kebakaran, BPBD, unit keamanan Bandara APT Pranoto, relawan, serta bantuan personel dari Kabupaten Kutai Kartanegara.
Operasi pemadaman juga diperkuat melalui intervensi satgas udara menggunakan metode pengeboman air (water bombing) berulang kali pada koordinat api guna melakukan pembasahan intensif di lapisan dalam lahan gambut.
Meskipun kepulan asap tebal sempat dilaporkan menyelimuti area landasan pacu Bandara APT Pranoto pada pagi hari,otoritas bandara memastikan aktivitas penerbangan sejauh ini masih berlangsung normal dan belum terganggu.
BPBD Samarinda telah menyiagakan satgas darat khusus di perimeter bandara untuk melakukan penyiraman dan pembasahan preventif demi menjaga jarak pandang (visibility) serta menekan densitas kabut asap di sekitar infrastruktur penerbangan.
[RWT]
Related Posts
- Karhutla di Samarinda Meluas Dekati Runway Bandara APT Pranoto
- Usut 47 Kasus Karhutla di Kaltim, Polisi Tetapkan 16 Orang Jadi Tersangka
- BMKG Rilis 17 Provinsi Alami Kekeringan Ekstrem Panjang, Dominasi Kemarau Tembus 80,7 Persen ZOM
- DPRD Samarinda Minta PUPR Jelaskan Status Sertifikat Laik Fungsi Terowongan
- Kadar Klorida Turun, Distribusi Air Samarinda Berangsur Normal








