Samarinda
Manfaatkan Lahan Kritis di Makroman Samarinda, DLH Berkomitmen untuk Restorasi Ekosistem
Kaltimtoday.co, Samarinda - Meski Hari Lingkungan Hidup Sedunia sudah berlalu pada 5 Juni silam, namun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda tetap bergerak untuk melakukan aksi tanam pohon untuk kehidupan. Hal itu dilakukan demi restorasi ekosistem. Tempat yang dipilih ada di Yonzipur 17/AD Makroman Samarinda.
Ditanya lebih lanjut mengenai kegiatan itu, Kepala DLH Samarinda, Nurahmanni atau Yama menegaskan bahwa, tujuan restorasi ekosistem dilakukan untuk mengembalikan keadaan yang baik. Pihaknya melihat di kawasan Yonzipur itu terdapat lahan yang kritis.
"Jadi kami coba menanam tanaman di situ. Kami ini ingin mencoba mengecek di sana, kami punya orientasi untuk membuat laboratorium. Tapi bukan gedung," ungkap Yama saat ditemui belum lama ini.
Jika penanaman yang dilakukan pada 21 Juni 2021 itu berhasil dengan segala macam perawatan yang baik, maka akan terlihat hasilnya. Jika mampu bertahan, maka akan menjadi suatu keberhasilan bahwa lahan kritis itu bisa dikelola dengan cara yang baik.
"Lahannya di situ 30 hektar. Kemarin kami coba tanami buah-buahan. Seperti durian dan beberapa buah-buahan yang familiar sama kita di sini," tambah Yama.
Untuk tahap awal, sekitar 200 pohon berhasil ditanam pada agenda tersebut. Namun pada November mendatang, akan ada lagi penanaman pohon. Jika kawasan tersebut disetujui oleh Pemkot Samarinda sebagai tempat laboratorium, DLH Samarinda akan mengarahkan apapun agenda penanaman lainnya untuk dilakukan di Yonzipur 17/AD Makroman.
"Karena memang itu sebenarnya keputusan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Diminta untuk tolong ditutup area itu dan diperbaiki aliran airnya. Kemudian tolong ditanami tanaman. Mimpinya KLHK ke depan, itu bisa jadi agrowisata," lanjut Yama.
Ke depannya, seluruh kalangan termasuk dunia usaha akan diajak untuk sama-sama berkolaborasi demi menangani lahan tersebut. Dijelaskan Yama, di bidang lingkungan ada yang dikenal dengan Indeks Kualitas Tutupan Lahan (IKTL). Samarinda termasuk yang masih rendah IKTL-nya.
"Kita ingin untuk mengatasi itu ayo kita mulai serius. Jadi kita coba bagaimana aksinya supaya kita melakukan kegiatan yang berhubungan dengan tutupan lahan. Itu kan lahannya terbuka. Jadi mau kita tutup dengan tanaman," pungkas Yama.
[YMD | RWT | ADV DLH SAMARINDA]
Related Posts
- TPS Bantuas Tanpa Atap Dikeluhkan Warga, DLH Samarinda Sebut Pembangunan Belum Rampung
- Kebut Kesiapan Operasional, DLH Samarinda Fokus Rampungkan Akses Jalan dan LPJU Insinerator
- DLH Samarinda Targetkan Insinerator Capai Suhu 800 Derajat Celsius Demi Minimalisir Asap
- Sering Berbau dan Meluber ke Badan Jalan, DLH Samarinda Geser TPS Samping Taman Cerdas
- DLH Samarinda Pastikan Perbaikan Pompa IPAL SCP Tuntas, Targetkan Penerapan Denda Lingkungan Tahun Depan









