Daerah
DLH Samarinda Targetkan Insinerator Capai Suhu 800 Derajat Celsius Demi Minimalisir Asap
Kaltimtoday.co, Samarinda - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda kini tengah mematangkan persiapan pengoperasian teknologi pembakaran sampah atau insinerator melalui serangkaian uji coba dan pelatihan teknis bagi para operator. Langkah ini diambil untuk memastikan proses pengolahan sampah di lapangan berjalan optimal, aman, dan tetap ramah lingkungan dengan meminimalkan produksi asap.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Samarinda, Suwarso, mengungkapkan bahwa fokus utama saat ini adalah membekali tenaga kerja dengan kemampuan operasional dan standar keselamatan kerja yang tinggi. Mengingat mesin ini bekerja dengan suhu panas yang ekstrem, diperlukan ketelitian ekstra dalam setiap tahapannya.
"Pelatihan ini secara teknis mengarahkan ke operasional dan keselamatan kerja dari tenaga operatornya. Karena ini barang baru dengan suhu tinggi lebih dari 800 derajat, maka harus dilakukan pelatihan kerja secara khusus maupun penggunaan alat pelindung diri yang tepat," ujar Suwarso dalam keterangannya.
Hingga saat ini, DLH baru menjaring 24 peserta dari total kebutuhan 72 operator. Mengingat beban kerja dan risiko di lingkungan yang tidak biasa, DLH berencana membuka kembali proses rekrutmen dengan standar seleksi yang cukup ketat.
Suwarso menekankan bahwa aspek pengetahuan menjadi syarat mutlak bagi calon operator sebelum terjun langsung ke lapangan. "Seleksinya memang agak ketat karena mereka harus bekerja pada lingkungan yang tidak seperti biasa. Perlu kehati-hatian secara khusus, maka operator harus dibekali pengetahuan yang matang," tegasnya.
Berdasarkan informasi dari pihak vendor, Wisanggeni Generasi 7, proses uji coba alat ini memerlukan waktu sekitar tujuh hari. Pada tahap awal, mesin dijalankan secara bertahap dengan suhu berkisar antara 300 hingga 400 derajat Celsius.
Target akhirnya adalah mencapai suhu di atas 800 derajat Celsius sesuai standar pembakaran yang efisien. Pengaturan suhu ini sangat krusial; jika suhu tersebut tercapai, maka emisi asap dapat ditekan seminimal mungkin.
Selain itu, dinding insinerator yang dilengkapi sistem pendingin dari semen harus dipastikan dalam kondisi kering sebelum dioperasikan secara penuh untuk menghindari pengasapan yang berlebihan.
Saat ini, beberapa unit insinerator telah mulai diuji coba di lokasi strategis seperti Polder Air Hitam dan Jalan Nusyirwan Ismail. Ke depannya, DLH akan memperluas jangkauan operasional ke wilayah lain, meliputi Jalan Wanyi, Lempake, hingga Bukit Pinang.
Meski demikian, terdapat kendala teknis di lapangan terkait distribusi alat. Di wilayah Loa Janan Ilir, proses perakitan belum rampung sepenuhnya lantaran akses jalan menuju lokasi masih memerlukan perbaikan, sehingga pengangkutan unit harus dilakukan secara bertahap.
DLH berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi, termasuk meminta pendampingan berkelanjutan dari vendor guna memastikan seluruh alat dapat berfungsi normal dan aman bagi lingkungan.
[RWT]
Related Posts
- Tiga Hari Pencarian, Pemuda yang Hanyut di Sungai Melenyu Kutim Ditemukan Tewas
- Penjaringan Calon Rektor Universitas Muhammadiyah Berau Berjalan, Panitia: Wajib Mengacu Regulasi PP Muhammadiyah
- Hari Kedua Pencarian Pemuda Terseret Arus di Sungai Melenyu Kutai Timur Masih Nihil
- Jumlah Desa Belum Berlistrik di Kaltim Turun, Dinas ESDM Fokus Sasar Wilayah Terisolasi
- Beasiswa Gratispol Kaltim Tahap 3 Cair Rp288 Miliar, Gubernur Ingatkan Kampus Kembalikan UKT Mahasiswa









