Kaltim
Mantan Ketua PMII Dukung Langkah Pelaporan Rudy-Seno ke Polisi, Soal Indikasi Ujaran Kebencian yang Libatkan Aktivis Kaltim Andi Muhammad Akbar
Kaltimtoday.co, Samarinda - Mantan Ketua Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Samarinda, Buchori Hasan mendukung langkah pelaporan Rudy-Seno ke Polda Kaltim, soal indikasi ujaran kebencian yang melibatkan salah satu aktivis Kaltim, Andi Muhammad Akbar.
"Saya sebenarnya mendukung langkah-langkah pelaporan Rudy-Seno itu, karena sebagai respon dari pernyataan Andi Muhammad Akbar yang terindikasi adanya dugaan ujaran kebencian ke salah satu paslon," bebernya.
Beberapa waktu lalu, aktivis tersebut dilaporkan atas dugaan ujaran kebencian dan menyerang personal melalui pernyataannya di media online. Dari informasi yang ada, Andi Muhammad Akbar sangat getol menyoroti rekam jejak Rudy Mas'ud. Salah satu yang diutarakannya yakni keresahan soal politik dinasti dan hutangnya.
Ia juga menyayangkan pernyataan dari Andi Muhammad Akbar, yang dinilai condong kepada salah satu paslon di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2024.
"Persoalannya ada dua, dia ini bawa nama aktivis atau dia bawa nama salah satu paslon. Kalau dia aktivis, bebas saja melontarkan kritik. Tapi jangan narasinya mengandung unsur ujaran kebencian," bebernya.
Dalam narasi yang disampaikan Andi Muhammad Akbar, Buchori menilai adanya narasi yang terindikasi provokasi ke salah satu paslon. Hal ini menimbulkan pesan negatif di mata masyarakat, serta mengundang pro dan kontra terkait kritikannya tersebut.
"Siapapun boleh mengkritik, tapi harus jelas koridornya dia sebagai apa," tambahnya.
Ia menambahkan, pesta demokrasi harus dibangun dengan narasi yang menyejukkan, tidak menyerang secara personal ataupun memicu pertikaian di masyarakat Kalimantan Timur. Untuk itu, Buchari menegaskan kepada seluruh pihak, agar bisa berpartisipasi dalam menciptakan Pilkada yang damai dan tentram.
"Kami mengajak seluruh pihak untuk menahan diri, tidak memprovokasi salah satu paslon yang bertanding di Pilgub Kaltim, serta membuat kontestasi politik ini dengan narasi yang positif," tutupnya.
[RWT]
Simak berita dan artikel Kaltim Today lainnya di Google News, dan ikuti terus berita terhangat kami via Whatsapp
Related Posts
- Kejagung Ungkap Sudah Lama Pelajari Dugaan Korupsi Makan Bergizi Gratis di BGN
- Bambang Soepriyadi Kembalikan Berkas Pencalonan Ketua Demokrat Kaltim, Didukung 10 DPC
- 35 Tahun Belum Tuntas, BPKAD Kaltim Siapkan Materi Teknis ke Kemendagri Cari Solusi Status Lahan Korpri Loa Bakung
- Dinkes Kaltim Ungkap Estimasi 21 Ribu Kasus TBC Tahun 2026, Baru Bisa Jangkau 60 Persen
- Pimpinan Badan Gizi Dicopot, JPPI Desak Presiden Prabowo Evaluasi Total Program Makan Gratis









