Daerah
Sakti Gemas Didorong Jadi Pusat Layanan Digital Kaltim, Pemprov Fokus Perkuat Integrasi Data
Kaltimtoday.co, Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus mengembangkan Sakti Gemas sebagai super app yang nantinya menjadi pintu masuk berbagai layanan publik digital di lingkungan Pemprov Kaltim.
Pengembangan aplikasi tersebut kini memasuki tahun ketiga. Setelah melalui tahap perencanaan pada 2024 dan pembangunan pada 2025, tahun ini pengembangan Sakti Gemas diarahkan pada penguatan integrasi layanan serta pemutakhiran data dari berbagai perangkat daerah.
Kepala Bidang Aplikasi Informatika (Aptika) Diskominfo Kaltim, Fery mengatakan Sakti Gemas dirancang agar masyarakat tidak perlu mengakses layanan digital pemerintah melalui banyak platform yang berbeda.
“Pengguna akhir atau end user aplikasi Sakti Gemas adalah seluruh masyarakat. Kami selaku perangkat daerah berperan sebagai pengelola teknis kegiatan,” ujar Fery dalam Pembahasan Integrasi SAKTI GEMAS di Ruang WIEK Diskominfo Kaltim, Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, pengembangan super app tersebut membutuhkan keterlibatan lintas perangkat daerah, terutama instansi yang telah memiliki layanan maupun sistem berbasis digital.
Sejumlah perangkat daerah yang terlibat di antaranya Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat, Dinas Pariwisata, Dinas Sosial, Badan Riset dan Inovasi, Dinas Perhubungan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kaltim, serta Biro Hukum.
Integrasi juga mencakup sejumlah rumah sakit milik Pemprov Kaltim, yakni RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, RSUD A.W. Sjahranie, RSJD Atma Husada Mahakam, serta RS Mata dan Aji Muhammad Salehuddin II.
Fery menjelaskan, pola integrasi setiap perangkat daerah tidak bisa diseragamkan. Hal itu bergantung pada jenis layanan dan sistem digital yang telah dimiliki masing-masing instansi.
Dinas Perhubungan, misalnya, diarahkan untuk mengintegrasikan berbagai informasi yang berkaitan dengan layanan transportasi. Data tersebut mencakup informasi terminal, bandara hingga tarif perjalanan.
Sementara itu, integrasi layanan Etam Kerja telah berjalan sejak tahun lalu. Masyarakat kini dapat mengakses layanan tersebut melalui Sakti Gemas.
“Tahun ini fokus kami adalah pembaruan fitur dan pemutakhiran data secara berkala,” jelasnya.
Menurut Fery, tantangan pengembangan Sakti Gemas bukan hanya membangun aplikasi, tetapi memastikan data yang ditampilkan tetap relevan dan diperbarui oleh masing-masing perangkat daerah.
Hal tersebut menjadi penting karena Sakti Gemas nantinya diharapkan menjadi salah satu kanal utama masyarakat untuk memperoleh informasi dan mengakses layanan pemerintah daerah.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah integrasi data agenda pariwisata di Kalimantan Timur. Diskominfo Kaltim sebelumnya telah menghimpun agenda kegiatan pariwisata dari kabupaten/kota untuk ditampilkan melalui Sakti Gemas.
“Tahun lalu kami telah menyusun agenda kegiatan pariwisata untuk seluruh kabupaten/kota di dalam Sakti Gemas,” katanya.
Namun, adanya pergantian pimpinan pada sejumlah perangkat daerah membuat pemutakhiran data kembali diperlukan. Diskominfo Kaltim berharap perangkat daerah terkait dapat memperbarui agenda kegiatan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
"Informasi yang muncul di dalam Sakti Gemas tidak hanya tersedia dalam satu platform, tetapi juga tetap akurat, detail, dan sesuai dengan kondisi terbaru di lapangan," tutupnya.
[RWT]
Related Posts
- Operasi SAR Nelayan Hilang di Muara Berau Kukar Resmi Ditutup
- Perluasan Jaringan Listrik 24 Jam di Kelay, DPRD Berau Ingatkan PLN Jaga Kestabilan Daya
- Bertransformasi Jadi Sekolah Garuda, Asrama dan Fasilitas SMAN 10 Samarinda Dibenahi
- KONI Kaltim Respons Keluhan Atlet, Salurkan Bantuan Mesin Potong Rumput untuk Lapangan Hoki
- Nelayan yang Hilang Usai Perahu Karam di Sungai Belayan Ditemukan Meninggal









