Kaltim
Mobil Operasional Sering Mogok, Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas'ud Jelaskan Urgensi Pengadaan Unit Baru
SAMARINDA, Kaltimtoday.co - Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, menegaskan bahwa rencana pengadaan mobil dinas baru di lingkungan pemerintah provinsi didasarkan pada analisis kebutuhan dan efisiensi anggaran jangka panjang.
Hasanuddin memastikan bahwa seluruh proses pengadaan telah mengikuti mekanisme regulasi yang ketat, mulai dari Analisis Standar Belanja (ASB), pengawasan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), hingga penggunaan sistem e-katalog.
“Analisis standar belanjanya ada, kemudian pengawasannya juga berjalan. Pengadaan dilakukan lewat e-katalog, jadi tidak mungkin dilakukan sembarangan,” ujar Hasanuddin Mas'ud.
Ia menjelaskan, mayoritas kendaraan dinas yang ada saat ini sudah berusia cukup tua, yakni berkisar antara 7 hingga 10 tahun. Kondisi fisik kendaraan yang sudah tidak prima dinilai tidak lagi optimal dalam mendukung aktivitas kedinasan pimpinan daerah.
Bahkan, faktor usia kendaraan tersebut dilaporkan sempat menghambat agenda kerja Gubernur. Hasanuddin menceritakan insiden kendaraan operasional yang mogok saat perjalanan dinas menuju Kutai Barat dan rencana kunjungan ke Berau.
Kebutuhan akan kendaraan yang tangguh juga didasari oleh kondisi geografis Kaltim. Medan di sejumlah wilayah, seperti kawasan Bongan hingga Penajam Paser Utara, tergolong berat dan memerlukan kendaraan prima untuk menjamin keamanan perjalanan.
Selain operasional di daerah, Hasanuddin menyoroti ketiadaan kendaraan dinas di Jakarta untuk menunjang aktivitas kedinasan maupun penyambutan tamu. Selama ini, kebutuhan mobilitas di ibu kota negara tersebut masih bergantung pada sistem sewa kendaraan.
“Kita ini belum punya kendaraan operasional di Jakarta. Kalau ada tamu atau kegiatan, akhirnya harus sewa. Seharusnya memang ada,” ungkapnya.
Hasanuddin menegaskan bahwa pengadaan ini lebih efisien dibandingkan terus mengalokasikan anggaran besar untuk perawatan kendaraan lama yang sering mengalami kerusakan.
“Ini bukan soal kenyamanan, tapi efisiensi. Daripada terus-menerus biaya perawatan, lebih baik dilakukan pengadaan dengan perhitungan yang matang,” pungkasnya.
[TOS]
Related Posts
- KONI Kaltim Respons Keluhan Atlet, Salurkan Bantuan Mesin Potong Rumput untuk Lapangan Hoki
- Hetifah Minta Satgas Pencegahan Kekerasan Diperkuat, Kasus Pelecehan di Ponpes Tak Boleh Terulang
- Pulau Kedindingan, ‘’Benteng Terakhir’’ Bontang yang Dipertaruhkan
- Dipimpin Akhmed Reza Fachlevi, Percasi Kaltim Siapkan Sekolah Catur untuk Cetak Bibit Atlet Berprestasi
- Hetifah Dorong Dosen di Samarinda Kuasai AI demi Riset Berkualitas









