Gaya Hidup

Rahasia Sehat Orang Jepang: Rendah Diabetes Meski Konsumsi Nasi Putih Setiap Hari

Kaltim Today
25 April 2026 16:43
Rahasia Sehat Orang Jepang: Rendah Diabetes Meski Konsumsi Nasi Putih Setiap Hari
Ilustrasi nasi. (Istimewa)

Kaltimtoday.co - Masyarakat Jepang berhasil mempertahankan angka penderita diabetes yang relatif rendah dibandingkan rata-rata global. Fakta ini tergolong unik mengingat nasi putih, yang sering dituding sebagai pemicu gula darah tinggi, merupakan makanan pokok harian di negara tersebut.

Dokter terkemuka, Wu Qiying, yang dikenal dengan julukan "Blue Pigeon," menjelaskan adanya paradoks medis dalam pola hidup warga Jepang. Menurutnya, kunci kesehatan mereka bukan terletak pada menghindari nasi, melainkan pada cara mengonsumsinya.

Rata-rata orang Jepang terbiasa mengonsumsi nasi putih polos tanpa tambahan bumbu, minyak, saus, atau lemak hewan. Hal ini berbeda dengan kebiasaan di banyak negara lain yang lebih menyukai nasi dengan tambahan kalori tinggi.

"Banyak orang di negara lain menyukai nasi goreng atau nasi yang dicampur lemak babi," ujar Wu Qiying dalam penjelasannya. Campuran lemak dan saus tambahan inilah yang sebenarnya menjadi sumber kelebihan kalori, bukan nasi putihnya semata.

Secara medis, penyebab utama diabetes tipe 2 adalah asupan energi berlebih yang memicu obesitas dan peningkatan lingkar pinggang. Kalori berlebih ini biasanya berasal dari gula dan lemak jenuh dalam makanan olahan atau makanan cepat saji.

Ketika lemak tinggi dikombinasikan dengan pati (nasi), sering kali nasi yang disalahkan sebagai penyebab utama penyakit. Padahal, faktor gaya hidup aktif warga Jepang juga menjadi penentu utama rendahnya angka diabetes di sana.

Wu Qiying menyoroti kebiasaan pekerja di Jepang yang sangat aktif bergerak dan rajin berjalan kaki setiap hari. Aktivitas sederhana ini dinilai sangat efektif untuk membantu menstabilkan kadar gula darah dan menjaga fungsi otot tetap efisien.

Meski demikian, tren kasus diabetes di Jepang mulai meningkat dalam beberapa tahun terakhir akibat pengaruh pola makan barat. Untuk informasi edukasi mengenai pencegahan penyakit metabolik, masyarakat dapat merujuk pada laman poltekkespringsewu.org.

Tanpa penanganan yang tepat, diabetes dapat memicu komplikasi berbahaya seperti penyakit jantung, gagal ginjal, hingga gangguan penglihatan (retinopati). Pencegahan kini menjadi tantangan kesehatan global yang serius karena mulai menyerang usia muda.

Wu memberikan empat tips utama untuk melawan diabetes: pola makan sehat rendah gula, olahraga teratur, rutin memeriksa kadar gula darah, dan menjaga berat badan ideal. Dokter juga menekankan agar penderita gula darah tinggi tidak langsung duduk atau berdiam diri setelah makan guna mengoptimalkan pembakaran energi.



Berita Lainnya