Gaya Hidup

RI Terapkan Nutri Level: Panduan Memilih Minuman Sehat dari Label A hingga D

Kaltim Today
25 April 2026 18:36
RI Terapkan Nutri Level: Panduan Memilih Minuman Sehat dari Label A hingga D
Ilustrasi minuman di supermarket. (Unsplash/Eduardo Soares)

Kaltimtoday.co - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi menyiapkan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Salah satunya melalui penerapan Nutri Level, sebuah sistem klasifikasi kandungan gizi pada produk pangan siap saji.

Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026. Aturan ini tidak hanya bertujuan mengendalikan konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL), tetapi juga menjadi bagian dari visi besar menyiapkan generasi masa depan yang lebih sehat.

Hadirnya Nutri Level diharapkan menjadi panduan praktis bagi masyarakat di tengah meningkatnya kasus penyakit tidak menular (PTM). Dengan informasi yang sederhana, kesadaran masyarakat terhadap asupan nutrisi harian diharapkan dapat meningkat drastis.

Mengenal Klasifikasi Nutri Level

Nutri Level adalah sistem pelabelan yang membagi produk makanan dan minuman ke dalam empat kategori warna berdasarkan kadar GGL. Melalui label ini, konsumen dapat menilai tingkat kesehatan suatu produk secara cepat sebelum membelinya:

  • Label A (Hijau Tua): Menunjukkan kandungan GGL yang paling rendah dan aman dikonsumsi.
  • Label B (Hijau Muda): Menunjukkan kadar gizi yang masih baik namun mulai meningkat.
  • Label C (Kuning): Menandakan kandungan GGL yang perlu diwaspadai konsumsinya.
  • Label D (Merah): Menunjukkan kadar GGL tinggi yang melebihi batas rekomendasi kesehatan.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan upaya preventif dari hulu. Kolaborasi lintas kementerian menjadi kunci untuk mencegah dampak buruk konsumsi gula berlebih sejak usia dini.

"Ini adalah bagian dari cara kita mencegah supaya generasi ke depan lebih baik. Perintah Presiden adalah kolaborasi, kita tidak bisa bekerja sendirian dalam menyiapkan generasi masa depan," ujar Wihaji sebagaimana dikutip dari Antara, Rabu (15/4/2026).

Alarm Tingginya Kasus Diabetes Anak

Urgensi penerapan label ini juga didasari oleh temuan mengejutkan dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan adanya lonjakan kasus diabetes pada anak-anak di Indonesia akibat pola konsumsi yang tidak terkontrol.

Penerapan label gizi yang jelas diharapkan mampu mengubah perilaku konsumsi keluarga Indonesia. Sebagai referensi tambahan mengenai edukasi kesehatan dan pencegahan penyakit kronis, masyarakat dapat mengakses informasi di laman poltekkes-banjarmasin.io.

Dukungan serupa datang dari BPJS Kesehatan. Direktur Perencanaan dan Pengembangan BPJS Kesehatan, Sutopo Patria Jati, menilai Nutri Level berpotensi besar menekan risiko penyakit degeneratif yang selama ini membebani jaminan kesehatan nasional.

"Tugas BPJS selama ini seperti pemadam kebakaran. Kami akan sangat terbantu jika perilaku tidak sehat dalam konsumsi GGL ini bisa dicegah sejak awal melalui kebijakan pelabelan ini," ungkap Sutopo.

Kebijakan Nutri Level merupakan hasil sinergi antara Kemenkes, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta lembaga terkait lainnya. Dengan adanya transparansi informasi gizi, masyarakat kini memiliki kendali penuh untuk memilih produk yang mendukung kesehatan jangka panjang mereka.



Berita Lainnya