Gaya Hidup

Risiko Logam Berat: Amankah Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu dari Sungai Jakarta?

Kaltim Today
25 April 2026 21:09
Risiko Logam Berat: Amankah Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu dari Sungai Jakarta?
Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) melakukan operasi pembersihan ikan sapu-sapu di saluran penghubung (PHB) Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat 17 April 2026. (Berita Satu Photo/Joanito De Saojoao)

Kaltimtoday.co - Munculnya ikan sapu-sapu dalam jumlah besar di sejumlah sungai Jakarta memicu kekhawatiran terkait keamanan konsumsinya. Meski sebagian masyarakat melirik ikan ini sebagai alternatif sumber protein, risiko kesehatan akibat pencemaran lingkungan tidak dapat diabaikan.

Dalam operasi penertiban terbaru, Pemerintah Provinsi Jakarta mencatat hasil tangkapan ikan sapu-sapu mencapai 6,9 ton. Tingginya populasi spesies ini justru menjadi indikator buruknya kualitas perairan, karena ikan sapu-sapu mampu bertahan hidup di lingkungan dengan kadar oksigen rendah dan polusi tinggi.

Kondisi Sungai Jakarta yang Memprihatinkan

Sungai utama seperti Ciliwung dan Pesanggrahan masih menghadapi beban limbah domestik serta industri yang berat. Data Dinas Lingkungan Hidup Jakarta menunjukkan bahwa 36% hingga 71% titik pemantauan sungai masuk dalam kategori tercemar berat.

Dalam kondisi ekstrem tersebut, ikan sapu-sapu justru berkembang pesat. Namun, daya adaptasi ini berbanding lurus dengan risiko kontaminasi yang dibawa oleh tubuh ikan tersebut.

Bahaya Akumulasi Zat Berbahaya

Sebagai ikan pemakan dasar (bottom feeder), ikan sapu-sapu terpapar langsung oleh sedimen yang menjadi tempat berkumpulnya limbah kimia. Riset dalam jurnal Aquatic Toxicology mengungkapkan bahwa ikan di perairan tercemar dapat mengalami perubahan jaringan akibat paparan zat toksik.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa ikan dari perairan tersebut berpotensi mengandung logam berat seperti merkuri, timbal, dan kadmium. Zat-zat ini bersifat akumulatif dalam tubuh manusia dan tidak dapat dihilangkan sepenuhnya meski telah melalui proses memasak dengan suhu tinggi.

Bagi masyarakat yang ingin mendalami edukasi mengenai keamanan pangan dan standar kesehatan lingkungan, informasi lengkap dapat diakses melalui laman poltekkestoboalikota.org. Pemahaman mengenai sumber pangan yang sehat sangat penting untuk mencegah kerusakan organ jangka panjang.

Kesimpulan: Layak atau Tidak Dikonsumsi?

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan bahwa akumulasi logam berat dapat memicu kerusakan sistem saraf pusat hingga penyakit kronis. Selain zat kimia, risiko infeksi bakteri Escherichia coli juga sangat tinggi pada ikan yang hidup di sungai penerima limbah domestik.

Para ahli secara tegas tidak merekomendasikan konsumsi ikan sapu-sapu dari sungai perkotaan. Mengingat status pencemaran sungai di Jakarta, risiko kesehatan yang ditimbulkan jauh lebih besar dibandingkan manfaat gizinya. Sebagai langkah aman, pilihlah sumber protein dari hasil budidaya atau perairan yang kualitas sanitasinya lebih terkontrol.



Berita Lainnya