banner

DISKOMINFO KUKAR

Tahun 2027 Wabup Kukar Dorong Satu Perusahaan Satu Festival

Supri Yadha — Kaltim Today 23 September 2026 18:29
Tahun 2027 Wabup Kukar Dorong Satu Perusahaan Satu Festival
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin. 

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Perusahaan besar di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bakal didorong untuk ikut mengambil peran aktif dalam pengembangan sektor pariwisata daerah. Salah satu gagasan yang tengah disiapkan yakni inisiatif One Company, One Festival, dengan mewajibkan setiap entitas korporasi memberikan kontribusi nyata lewat penyelenggaraan festival di wilayah operasional masing-masing.

Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin mengatakan, program tersebut dirancang sebagai langkah lanjutan dari kebijakan One District, One Festival yang telah resmi tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar.

“Jadi nanti kita ada agenda One District, One Festival. Tahun depan harusnya ada One Company, One Festival. Jadi satu perusahaan besar di Kutai Kartanegara harus punya satu festival yang baik,” ujar Rendi, Rabu (23/9/2026).

Menurut Rendi, keterlibatan dunia usaha sangat krusial untuk mendongkrak kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian lokal. Ia memaparkan, perputaran uang dari sektor pariwisata nasional saat ini menembus angka Rp7,1 triliun. Apabila Kukar mampu menyerap 1 persen saja dari total perputaran tersebut, daerah berpotensi mendulang arus perputaran ekonomi sekitar Rp70 miliar.

“Satu persen itu sangat mungkin untuk Kutai Kartanegara. Karena kita kota budaya, khususnya Tenggarong, dan 20 kecamatan punya daya tarik tersendiri,” imbuhnya.

Atas dasar itu, ia menekankan agenda penguatan pariwisata tidak boleh semata-mata membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Perusahaan tambang maupun perkebunan yang beroperasi di Kukar semestinya menggelar kegiatan hiburan dan kebudayaan di wilayah kerjanya langsung.

Rendi mencontohkan aktivitas korporasi besar seperti PT Bayan Resources. Menurutnya, agenda yang diinisiasi korporasi sebaiknya tidak terkonsentrasi di luar daerah, melainkan dipusatkan di kantong-kantong wilayah operasionalnya di Kukar.

“Kita kasih contoh, Bayan jangan hanya bikin acara festival olahraga di Dome Balikpapan, tapi juga Bayan harus bikin di Tabang, Bayan juga harus bikin di Tenggarongnya. Karena Bayan beroperasi di wilayah kerja Kukar,” tegasnya.

Ia meyakini masih banyak pelaku usaha berskala besar lainnya di wilayah Kukar yang sanggup menggelar ajang kreatif serupa guna menciptakan magnet kunjungan baru di 20 kecamatan.

“Sangat optimistis. Pariwisata itu penopang ekonomi paling besar nanti pada akhirnya,” tutur Rendi.

Di sisi lain, Rendi meluruskan bahwa konsep One Company, One Festival untuk saat ini masih berupa arahan kebijakan dan belum diformalkan ke dalam dokumen RPJMD Kukar. Berbeda halnya dengan One District, One Festival yang memang telah mengikat sebagai program kerja pemerintah kabupaten.

Untuk program One District, One Festival, pelaksanaannya tetap disesuaikan dengan skala prioritas akibat kebijakan efisiensi anggaran. Pemerintah daerah memprioritaskan festival yang telah memiliki riwayat penyelenggaraan rutin hingga pengujung tahun nanti, seperti festival budaya di Muara Kaman, Festival Erau, Pesta Laut Pesisir Nusantara di Samboja yang memasuki edisi ke-7, serta Kota Bangun Festival.

“Karena ada efisiensi, jadi agenda yang sifatnya baru itu belum bisa dilaksanakan. Tapi yang masih sempat dilaksanakan sampai akhir tahun, itu festival yang sifatnya sudah berjalan,” pungkasnya.

[RWT | ADV DISKOMINFO KUKAR] 



Berita Lainnya