DISKOMINFO BONTANG

Targetkan Stunting Turun Jadi 12,5 Persen, Pemkot Bontang Optimalkan Peran Kader Posyandu

Kaltim Today
06 Juni 2026 14:25
Targetkan Stunting Turun Jadi 12,5 Persen, Pemkot Bontang Optimalkan Peran Kader Posyandu
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, kala menghadiri kegiatan refreshing kader posyandu se-Bontang. (Fitri Wahyuningsih/Kaltim Today)

BONTANG, Kaltimtoday.co - Pemkot Bontang terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting dengan mengoptimalkan peran kader Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Langkah tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, saat membuka kegiatan Koordinasi dan Penyegaran (Refreshing) Kader Posyandu Persiapan Operasi Timbang Tahun 2026 di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan yang diikuti kader Posyandu dari 15 kelurahan itu juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan beserta jajaran terkait. Dalam kesempatan tersebut, Wawali Agus mengapresiasi dedikasi para kader yang selama ini aktif mendampingi masyarakat, khususnya dalam pencegahan dan penanganan stunting.

Pemkot Bontang menargetkan angka stunting turun dari 15 persen menjadi 12,5 persen pada tahun ini. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan memperkuat pendampingan kepada keluarga berisiko stunting sekaligus meningkatkan pemantauan tumbuh kembang anak melalui kader Posyandu.

Agus mengatakan, persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia di masa depan. Karena itu, ia meminta seluruh kader terus meningkatkan peran dan kinerjanya dalam mendukung program pemerintah.

“Ini bukan sekadar soal kurang makan. Ini soal menyelamatkan masa depan anak-anak kita. Karena itu, penanganan stunting harus menjadi perhatian bersama dan membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk kader Posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak di masyarakat,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, Pemerintah Kota Bontang bersama Dinas Kesehatan akan melaksanakan Operasi Timbang serentak pada 9 hingga 13 Juni 2026. Data yang diperoleh dari kegiatan tersebut akan digunakan untuk memetakan kondisi balita, termasuk anak yang mengalami gizi buruk, berat badan tidak naik selama dua bulan berturut-turut, maupun yang berasal dari keluarga berisiko stunting.

Setelah proses pendataan selesai, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) akan melakukan identifikasi dan menentukan prioritas penanganan. Pemerintah juga akan melakukan kunjungan langsung ke rumah-rumah warga untuk memberikan edukasi sekaligus mengumpulkan data terkait pola makan, sanitasi, kondisi ekonomi keluarga, pola asuh, serta kesehatan anak.

Menurut Agus, data yang diperoleh dari lapangan menjadi dasar penting dalam penyusunan program dan kebijakan agar intervensi yang dilakukan pemerintah lebih tepat sasaran dan berdampak nyata terhadap penurunan angka stunting.

“Melalui Operasi Timbang ini, kita ingin mendapatkan data yang akurat sehingga langkah penanganan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Dengan dukungan kader Posyandu dan seluruh elemen masyarakat, kami optimistis target penurunan stunting di Kota Bontang dapat tercapai,” tandasnya.

[ADV DISKOMINFO BONTANG]



Berita Lainnya