Daerah
Viral Tambang Lebih Tinggi dari Sungai Kelay, ESDM Kaltim Panggil Perusahaan
Kaltimtoday.co, Samarinda - Aktivitas pertambangan yang berdekatan dengan aliran Sungai Kelay, Kabupaten Berau, menjadi sorotan publik setelah beredar luas di media sosial. Dalam unggahan tersebut, terlihat lokasi galian tambang berada di posisi yang lebih tinggi dibandingkan alur sungai, sehingga memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap potensi dampak lingkungan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur, Bambang Erwanto, menegaskan bahwa meskipun kewenangan perizinan pertambangan berada di tangan pemerintah pusat, pemerintah daerah tetap memiliki tanggung jawab moral untuk mengawasi aktivitas pertambangan di wilayahnya.
“Kami akan berkoordinasi dengan Inspektur Pertambangan sebagai perpanjangan tangan Kementerian ESDM. Karena ini berada di wilayah Kalimantan Timur, tentu tidak elok jika kami terkesan menutup mata,” ujar Bambang.
Selain koordinasi, Dinas ESDM Kaltim juga berencana memanggil perusahaan yang diduga melakukan aktivitas pertambangan tersebut untuk memaparkan perizinan serta metode penggalian yang diterapkan. Surat pemanggilan direncanakan akan dikirim dalam waktu dekat.
“Setelah presentasi dari pihak perusahaan, Inspektur Tambang akan melakukan pengawasan dan pemeriksaan, termasuk memastikan dokumen amdal telah sesuai prosedur. Yang menjadi perhatian utama adalah jarak galian yang dinilai terlalu dekat dengan sungai. Jika memang demikian yang tercantum dalam amdal, mitigasi geotekniknya seperti apa,” jelasnya.
Bambang memastikan, penanganan persoalan ini akan dilakukan secara cermat dengan melibatkan berbagai pihak terkait, tanpa mengesampingkan kewenangan masing-masing instansi.
Sementara itu, aktivitas pertambangan batu bara tersebut diduga milik PT Supra Bara Energi (SBE) yang mengantongi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) dengan luas konsesi mencapai 2.543 hektare. Area konsesi perusahaan tersebut diketahui beririsan langsung dengan wilayah Desa Sambaliyung dan Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau.
[RWT]
Related Posts
- Distransnaker Kukar Siapkan Alternatif bagi Pekerja Terdampak PHK Tambang
- Warga Loa Bakung Tegaskan SHM Harga Mati, Tolak Perpanjangan HGB Meski Ada Keringanan Biaya
- Komisi IV DPRD Bakal Evaluasi Strategi Pendidikan Samarinda Jelang APBD 2027
- Pemkab Kukar Tahan Realisasi Sejumlah Proyek, Dana Transfer Baru Sentuh 23 Persen
- Panduan Menghitung Upah Lembur Libur Nasional untuk Sistem 5 Hari dan 6 Hari Kerja









