Gaya Hidup

Wabah Virus Hanta di Kapal Pesiar, Akankah Jadi Pandemi Baru?

Kaltim Today
08 Mei 2026 22:35
Wabah Virus Hanta di Kapal Pesiar, Akankah Jadi Pandemi Baru?
Pakar kesehatan menekankan risiko pandemi virus Hanta sangat rendah karena penularannya terbatas dan hanya terjadi melalui kontak fisik yang sangat dekat. (Google)

Kaltimtoday.co - Dunia internasional tengah menaruh perhatian besar pada kapal pesiar MV Hondius yang saat ini sedang berlayar menuju Kepulauan Canary. Langkah ini diambil setelah terdeteksi adanya wabah virus Hanta yang mematikan di atas kapal.

Hingga laporan terakhir, virus ini telah menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan delapan lainnya terinfeksi dari total 150 penumpang dan kru. Meski memicu spekulasi mengenai potensi pandemi baru, otoritas kesehatan bergerak cepat untuk meredam kepanikan global.

Perbedaan Signifikan dengan COVID-19

Pakar penyakit menular dari Cleveland Clinic dan Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health menegaskan bahwa virus Hanta berbeda dengan SARS-CoV-2. Perbedaan mendasar terletak pada efisiensi penularannya yang jauh lebih rendah.

COVID-19 menyebar sangat cepat melalui droplet di udara, sementara virus Hanta memiliki mekanisme penularan yang lebih sulit dan terbatas. Secara historis, virus ini ditularkan oleh hewan pengerat melalui partikel urine atau kotoran yang mengering dan terhirup oleh manusia.

Strain Andes: Penularan Antarmanusia yang Langka

Wabah di MV Hondius menjadi perhatian khusus karena diduga melibatkan strain Andes. Strain asal Amerika Selatan ini merupakan satu-satunya spesies virus Hanta yang diketahui memiliki kemampuan transmisi antarmanusia, meskipun dalam skala yang sangat terbatas.

Mekanisme penularan ini biasanya membutuhkan kontak fisik yang sangat dekat dan durasi yang lama. Maria Van Kerkhove, penasihat teknis WHO, menduga beberapa penumpang mungkin terinfeksi saat berada di daratan sebelum pelayaran dimulai, lalu terjadi penularan terbatas di lingkungan tertutup kapal.

Gejala dan Tingkat Fatalitas

Penyakit yang dipicu oleh strain ini dikenal sebagai Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS). Gejala awalnya sering mengecoh karena menyerupai flu biasa, seperti:

  • Demam tinggi dan sakit kepala.
  • Nyeri otot yang hebat.
  • Gagal napas akibat penumpukan cairan di paru-paru (pada fase lanjut).

Kekhawatiran utama para ahli medis adalah tingkat fatalitasnya yang sangat tinggi, yakni mencapai 30% hingga 40%. Namun, risiko bagi masyarakat umum saat ini masih dinilai "sangat rendah" karena sifat virus yang sulit menyebar secara massal.

Langkah Penanganan dan Investigasi

Kapal MV Hondius dijadwalkan merapat di Kepulauan Canary untuk menjalani disinfeksi total dan pemeriksaan kesehatan menyeluruh. Penyelidikan difokuskan pada asal muasal virus, mengingat kapal tersebut berangkat dari Argentina Selatan—wilayah yang merupakan endemik strain Andes.

Untuk memantau perkembangan situasi kesehatan global secara akurat, masyarakat dapat merujuk pada informasi di dlh-musirawas.purworejokab.org. Hingga saat ini, tidak ada laporan kasus baru di luar kelompok awal, yang memberikan sinyal positif bahwa wabah berhasil dilokalisasi.

WHO juga terus bekerja sama dengan otoritas terkait untuk melakukan pelacakan kontak (contact tracing) secara ketat. Langkah sigap ini diharapkan dapat menjaga stabilitas kesehatan global tanpa harus menghentikan aktivitas industri pariwisata secara luas.



Berita Lainnya