Opini

Ada Akmal di “Deboekit” Manggar

Kaltim Today
20 Januari 2026 09:50
Ada Akmal di “Deboekit” Manggar

Catatan Rizal Effendi

HEBAT juga naluri bisnis Pak Akmal Malik. Meski dia pejabat di pemerintahan, tapi mampu melakukan investasi miliaran rupiah. Kebetulan investasi besar itu dia pilih lokasinya di Kaltim.

Pak Akmal Malik yang saya maksud adalah Prof Dr Akmal Malik, M.Si, pejabat eselon I Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang pernah bertugas sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim selama satu setengah tahun. 

Saat itu dia mengisi kekosongan jabatan Gubernur Kaltim definitif, setelah Isran Noor berakhir masa tugasnya 30 September 2023. Akmal kembali ke Jakarta setelah Rudy Mas’ud dilantik menjadi gubernur baru sejak 20 Februari 2025. Sebelumnya dia juga pernah menjadi Pj Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar).

Akmal akrab dengan keluarga Bani Mas’ud. Mungkin sejak dia berada di Sulbar, daerah asal keluarga Mas’ud. Apalagi Hasanuddin Mas’ud yang sekarang Ketua DPRD Kaltim pernah mengikuti kontestasi Pilgub Sulbar. Juga anggota DPRD Kaltim, Syahariah Mas’ud pernah menjadi anggota DPRD Sulbar. 

Jabatan definitif Akmal di Jakarta adalah Dirjen Otonomi Daerah (Otda). Tapi sejak 14 Januari lalu dia dirotasi menjadi Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum). Jabatan lamanya sekarang dipegang Cheka Virgowansyah, yang pernah menjadi Pj Wali Kota Palembang dan Tasikmalaya.

Meski sudah kembali ke Jakarta, Akmal sepertinya bakal sering ke Kaltim terutama Balikpapan. Pertengahan Desember tahun 2025 lalu dia me-launching “Deboekit Riverside Resort (DRR),” sebuah destinasi wisata baru yang menggabungkan rekreasi dan edukasi berbasis lingkungan.

Kabarnya itu milik Akmal. Ada juga yang bilang dia bekerjasama dengan investor lain. Akmal sepertinya tertarik di bisnis wisata. Ketika dia bertugas di Kaltim, dia melihat potensi alam yang sangat menarik. Dia  kawinkan dengan kegemarannya berolahraga air terutama Stand Up Paddle (SUP). Lalu lahirnya DRR.

Akmal kelahiran Pulau Punjung, Sumatera Barat. Orang Padang dikenal sebagai salah satu suku perantau, yang punya naluri tinggi di bidang bisnis atau usaha.  

Ada nama Aisyah Akmal di tim pengelola Deboekit. Kalau dilihat nama sepertinya ada hubungannya dengan Akmal Malik. Ada yang menyebut Aisyah adalah putri Akmal.

Sumber lain menyebutkan, Akmal juga punya lahan dan resort di pulau wisata Maratua, Kabupaten Berau. Maratua dikenal seperti “Maldive”-nya Indonesia. Sangat potensial bisa menarik para wisatawan dari mancanegara. Akmal pernah menggelar acara Maratua Run. Sukses dan ramai diikuti pelari dan wisawatan dari berbagai penjuru.

Banyak yang memuji Akmal punya perhatian besar memajukan Kaltim terutama dari industri pariwisatanya. Tapi ada juga yang sedikit mengkritisi dia. Baru sekitar satu setengah tahun tinggal di Kaltim, sudah punya aset dan investasi bernilai tidak kecil.

Ketika dia menjabat Pj Gubernur Kaltim, sempat juga tercium aroma tidak biasa. Mulai urusan mutasi dan rotasi, pencairan dana penyertaan modal Bankaltimtara sampai kerjasama dan dukungan kepada perguruan tinggi yang menganugerahkannya gelar guru besar.

FESTIVAL DAYUNG MANGGAR

Lokasi Deboekit di tepi Sungai Manggar, Jl Al Amin No 67, Balikpapan Timur. Berdiri di atas lahan seluas sekitar 2 hektare. Sangat alami apalagi dikelilingi hutan mangrove yang memesona. Di situ juga sering muncul bekantan (Nasalis larvatus), yang menjadi primata khas Kalimantan.

Menurut Direktur Deboekit Devi Indah Noviarini, DRR dikembangkan sebagai kawasan wisata terintegrasi yang memadukan fasilitas penginapan, aktivitas olahraga air, edukasi lingkungan serta pemberdayaan masyarakat lokal.

Tersedia 22 unit kamar yang terdiri dari tipe hotel dan vila dengan tarif antara Rp800 ribu hingga Rp3,5 juta. Lalu beragam fasilitas pendukung wisata alam dan olahraga air. Kita bisa main paddling,  menyusur sungai, bergaya dengan jetski atau menikmati Sungai Manggar dan panorama matahari tenggelam dengan naik kapal wisata.

Para tamu atau wisatawan juga bisa menikmati suasana yang khas. Makan di restoran terapung, santai di kafe apung sampai menikmati spa apung. Ada 50 menu kuliner Nusantara yang menjadi pilihan, terutama menikmati ikan laut dan kepiting.

Di situ ada tambak yang bisa ditiru nelayan tambak lainnya. Akmal mengembangkan pengelolaan tambak dengan sistem silvofishery. Sistem ini menggabungkan budidaya perikanan dengan penanaman mangrove, sehingga pakan ikan berasal dari ekosistem alami tanpa menggunakan bahan kimia. “Ini langkah terobosan yang efektif,” katanya.

Launching DRR ditandai juga dengan digelarnya Festival Dayung Manggar. Kebetulan Akmal adalah Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Stand Up Paddle (SUP), olahraga dayung sambil berdiri yang semakin populer di Indonesia. Ada ratusan peserta dari berbagai negara ikut berlomba.

Selain lomba dayung, digelar juga Deboekit Trail Run 2025 dengan 500 peserta. Mereka menempuh jarak 5 kilometer. Berlangsung meriah dan amat menantang.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud (RM) dan saudara kandungnya Gubernur Kaltim Haji Rudy Mas’ud (HARUM) memuji kehadiran Deboekit yang dinilai sangat menginspirasi dan memberikan kontribusi yang kuat untuk memajukan industri pariwisata dan pengelolaan lingkungan yang lestari.

Menurut HARUM, konsep wisata edukasi memiliki nilai ekonomi tambahan karena tidak hanya menarik kunjungan wisata, tetapi juga memberikan pengalaman belajar bagi masyarakat.

Dia juga memuji keberadaan ekosistem mangrove di sekitar Deboekit. “Mangrovenya masih terjaga dengan baik. Jika dimanfaatkan sebagai sarana edukasi lingkungan, maka DRR bisa berkembang tanpa merusak ekosistem,” jelasnya.

Wali Kota RM senang Akmal membangun Deboekit di Balikpapan. Karena memperkuat posisi Balikpapan sebagai kota wisata. Apalagi kota ini menjadi penyandang utama Ibu Kota Nusantara. Ada kabar, lahan Deboekit sebagian dukungan RM secara pribadi. Kebetulan lokasinya berdampingan dengan lahan milik RM.

Saya belum sempat masuk ke kawasan Deboekit. Sebelum dibuka 12 Desember 2025 lalu, saya sempat singgah di tempat pemancingan teman di samping Deboekit. Saya lihat Deboekit memang menarik. Minggu kemarin, ada satu keluarga pagi-pagi ke sana. Cuma saya kaget kok cepat pulang. “Panas,” katanya.(*)

*) Opini penulis ini merupakan tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi kaltimtoday.co

Simak berita dan artikel Kaltim Today lainnya di Google News, dan ikuti terus berita terhangat kami via Whatsapp 



Berita Lainnya